Demo di Mapolda Sumut, Mahasiswa Minta Walikota Padangsidimpuan Diperiksa Terkait Perambahan Hutan Lindung

sentralberita|Medan~ Mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Berkemajuan Anti Korupsi (AMBAK) Sumut adakan demonstrasi di depan Mapolda Sumut terkait perambahan hutan lindung di kawasan Tapsel.

Dalam tuntutannya, AMBAK Sumut meminta Kapolda Sumut mengambil alih kasus perambahan hutan di Tapsel yang diduga kuat dilakukan oleh Walikota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution.

“Kami merasa Kapolda Sumut harus segera mengambil alih penanganan kasus perambahan hutan yang diduga dilakukan oleh Walikota Padangsidimpuan. Sebab proses di Polres Tapsel terkesan mandek dan tidak transparan. Sejak kasus ini dilaporkan 2 bulan lalu, sampai sekarang belum ada informasi yang dibuka oleh Polres Tapsel terkait perkembangan kasus ini” ujar Fadli.

“Polres Tapsel juga diduga tidak punya iktikat baik untuk menyelesaikan kasus ini, sebab barang bukti beckhoe yang sempat disegel di lokasi perambahan hutan telah dipindahkan, tetapi tidak disimpan di gudang Polres, melainkan di gudang swasta. Penjaga kebun milik Irsan Nasution tersebut juga telah melarikan diri tanpa pernah diperiksa sekalipun” tambahnya.

“Kami sudah cek titik koordinat lahan tersebut, dan dicek di peta nasional lahan tersebut positif berada dalam kawasan hutan lindung. Jadi persoalan ini sudah murni perambahan hutan lindung. Namun sampai sekarang belum ada yang dinyatakan tersangka oleh Polres Tapsel. Ini menjadi alasan kuat kasus ini harus diambil alih oleh Polda Sumut, dan segera memanggil Irsan Efendi Nasution”

“Irsan Nasution juga diduga telah melakukan penyalahgunaan jabatannya mempergunakan aset negara berupa alat berat jenis backhoe untuk kepentingan perambahan hutan lindung” tambahnya

“Terakhie, kami juga mendesak Balai GAKKUM KLHK Sumut agar segera turun dan mencek lokasi, bersama Polda Sumut agar semakin terang kasus ini. Polda Sumut juga harus bersikap tegas dengan mencopot Kapolres Tapsel, bila ia terbukti melakukan upaya menutup nutupi kasus ini” tutup Muhammad Fadli.

Menanggapi aksi tersebut, Kompol T. Matanari Kasi Humas Polda Sumut menyampaikan akan segera melaporkan kasus ini kepada Kapolda Sumut.

“Segera akan saya sampaikan ini kepada Kapolda. Dan terkait pengambil alihan kasus ini, kami akan segera konfirmasi kepada Kapolres Tapsel. Bersamaan itu akan kami evaluasi dan sampaikan perkembangan kasusnya” tutupnya.(SB/01)