‘Wajah Munir’ Warnai Aksi Refleksi Kontras Sumut di Medan

sentralberita|Medan – Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Sumatera Utara menggelar aksi refleksi memperingati 15 tahun kasus meninggalnya aktivis HAM Munir Said Thalib di Tugu Pos Medan, Sabtu (7/9).

Dalam aksinya itu, puluhan massa itu menggunakan penutup muka dari karton bergambar wajah Munir Said Thalib. Selain itu massa yang didominasi anak muda itu turut membagi-bagikan bunga kepada pengguna jalan.

“Aksi kita hari ini untuk merawat ingatan masyarakat bahwa kasus kematian Munir belum tuntas. Dan mendorong pemerintah serius mengusut dalang dibalik kematian Munir,” kata koordinator Badan Pekerja Kontras Sumut, M. Amin Multazam Lubis, Sabtu (7/9).

Menurut Amin, sepanjang 15 tahun sejak kematian Munir hingga saat ini, penuntasan kasus pembunuhan tersebut belum juga mendapat keseriusan dari pemerintah.

“Meski sudah di bentuk Tim Gabungan Pencari Fakta, namun nyatanya hasilnya sampai saat ini belum ada tindak lanjut,” ujar Amin.

Bahkan yang lebih ironis, TGPF yang dibentuk oleh pemerintah era presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sempat dinyatakan hilang. Meskipun dalam kasus tersebut Polycarpus ditetapkan tersangka dan di hukum, namun dalang pembunuhan masih misteri.

“Polycarpus itu hanya eksekutor lapangan, lantas orang-orang yang menjadi dalang pembunuhannya belum juga di seret ke pengadilan,” ungkapnya.

Selain memperingati 15 tahun kematian Munir, aksi tersebut juga menjadi momentum Kontras Sumut merefleksikan satu tahun kepemimpinan Gubernur Edy Rahmayadi.

Sesuai dengan janji politiknya, Gubernur Edy berjanji akan menuntaskan kasus agraria yang dinilai menjadi penyumbang terbanyak terjadinya kekerasan di Sumatera Utara.

“Saya kira Sumatera Utara juga masih menjadi daerah dan wilayah penyumbang angka tertinggi tindakan kekerasan oleh aparat. Penggusuran paksa masih terjadi, bahkan beberapa bulan terkahir ada beberapa kasus yang juga di dampingi oleh Kontras,” pungkasnya. (SB/M)

Comments