Terbakar Cemburu Bakar Pacar Hingga Tewas

sentralberita|Medan ~Sidang Kasus pembakaran hingga menyebabkan kematian yang dilakukan Terdakwa Harold Gomoz MT Hasibuan terhadap bekas pacarnya Hovonly Simbolon berlanjut di PN Medan Senin (23/9/2019).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jacky Situmorang menghadirkan tiga orang saksi yaitu Ibu Korban, Sontiara Sagala, Kevin Julio dan Bernard.

Sebelum memberikan keterangan, ibu korban terisak-isak tangis dan bercucuran air mata. Hal tersebut langsung dinasehati Majelis Hakim yang diketuai Erintuah Damanik.

“Ibu yang sabar, tenangkan diri dulu, semua manusia pasti akan kembali pada penciptanya. Sudah begini jalannya, kita terimalah ya bu,” ungkapnya dengan nada lembut.

Selanjutnya sang ibu memberikan keterangan bahwa dirinya di hari kejadian tanggal 12 November 2018 sebelum terjadinya pembakaran dirinya ditelefon oleh anaknya.

“Saya tidak ada disana waktu kejadian, anak saya yang menelefon, dia bilang mak tolong aku mak sama Herald lampu dipicit dan pintu digedor. Saya di rumah itu di Langsa, anak saya di rumah kostnya di Medan. Jadi disitu saya bilang panggil kawan mu untuk bantu,” ungkapnya dengan tersedu-sedu.

Ia menjelaskan saat berkomunikasi HP anaknya Hovonly dirampas oleh terdakwa namun tidak dimatikan sehingga ia dapat mendengar dengan jelas kejadian tersebut.

“Hpnya dirampas terdakwa Herald ini karena tapi enggak dimatikan. Jadi disitu saya dengar ribut ada bilangbakar. Baru dia teriak mak mau disiram bensin aku mak. Mendebgar itu saya sudah mulai pingsan,” cetusnya.

Karena kejadian tersebut, saksi langsung berangkat ke Medan untuk menjumpai anaknya.

“Saya langsung berangkat ke Medan. Langaung ke RS Colombia. Jadi saya disitu ketemua anak saya lalu dia bialang jangan lihat saya, nanti mati mamak, jangan buka badan saya. Terus dia bilang mak Herald tega buat seperti saya. Mak kalau aku sembuh aku enggak mau damai,” cetusnya.

Bahkan seusai sidang, terdakwa Herald sempat mendekati ibu korban di ruang sidang, namun Ibu korban tampak langsung pingsan di dalam pelukan orang sebelahnya.

Langsung saja keluarga korban menyuruh terdakwa pergi meninggalkan ibu korban.

Kasus yang sempat viral pada 12 November 2018 silam, terjadi akibat terdakwa tidak terima diputuskan, jadi pelaku cemburu buta terhadap korban.

Bahkan, korban yang akrab disapa Ivi akibat luka bakar yang dialaminya harus melewati kondisi kritis kurang lebih 48 hari masa kritis hingga akhirnya meninggal di RSUP H Adam Malik pada 30 Desember 2018 sekitar pukul 09.25 WIB.

Terdakwa Harold di persidangan tampak juga mengalami luka bakar, lehernya terlihat terbalut dengan kain putih.

Bahkan wajahnya di sekitaran leher hingga pipinya terlihat jelas bekas luka bakar, hingga memakan setengah dagingnya.

Hal tersebut, membuat majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik bertanya-tanya apa yang terjadi pada terdakwa. “Kenapa itu dengan wajahnya,” tanya Hakim.

“Luka bakar pak hakim,” cetus terdakwa.

“Kenapa kau bakar dirimu, kau bakar siapa lagi?,” Tanya Erintuah.

“Ada satu orang perempuan, ya pak hakim pacar saya, karena cemburu patah hati,” terang Harold.

Sidang yang beragendakan, pembacaan dakwaan akhirnya dilanjutkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengganti Risnawati Ginting.

Dalam dakwaan disebutkan terdakwa melakukan aksinya pada pada 12 November 2019 sekitar pukul 00.15 wib bertempat di Jalan Garu II Kel.Harjosari I Kecamatan Medan Amplas

Dimana dengan sengaja menimbulkan kebakaran jika karena perbuatan tersebut menimbulkan bahaya bagi nyawa orang lain dan mengakibatkan orang mati, perbuatan tersebut dilakukan terdakwa.

Kejadia bermula pada 12 November 2018 dimana terdakwa mendatangi kos korban Hovonly dengan membawa bensin karena berniat untuk membunuh diri didepan korban.

Sesampainya terdakwa di kos, korban tidak mengijinkan terdakwa masuk ke dalam kosnya kemudian korban menghubungi temannya Kevin Julio.

“Selanjutnya saksi Kevin datang ke kos korban dan melihat terdakwa masih di depan kamar kos korban dan terdakwa langsung mendobrak pintu kamar kos korban hingga terbuka,” ungkap Jaksa.

Kemudian Kevin melihat korban Hovonly berusaha melarikan diri namun tubuh korban sudah ditarik olek kedua tangan terdakwa dan terdakwa membawa korban ke dalam kamar kos tersebut.

Lalu Kevin masuk kedalam rumah kos tersebut dan meminta tolong ke orang yang berada di dalam rumah kos untuk membukakan pintu rumah korban karena dikunci oleh terdakwa.

“Setelah pintu rumah korban terbuka, lalu saksi Kevin masuk ke dalam rumah kos dan mendengar suara korban berteriak mengatakan “ Vin, dia bawa bensin”. Lalu Kevin langsung mendobrak pintu yang ditahan oleh tubuh terdakwa namun tidak dapat terbuka sehingga saksi menghancurkan pintu dengan kaki,” jelas Jaksa Risnawati.

Setelah terbuka saksi melihat posisi korban Hovonly terduduk diatas lantai sambil menangis dan Kevin langsung mengapit leher terdakwa dari belakang dengan tangan kanannya.

Kevin melihat keadaan tubuh korban Hovonly sudah basah dengan bensin begitu juga badan terdakwa.

“Tiba-tiba terdakwa berbalik badan berhadapan dengan Kevin dan melihat ada mancis ditangannya dan langsung terdakwa hidupkan mancis tersebut sehingga menyebabkan tubuhnya terbakar dan menyambar ke tubuh korban,” jelas Jaksa.

Lalu dengan spontan Kevin menarik tubuh korban Hovonly yang terbakar dengan tangan kanannya yang menyebabkan tangannya juga mengalami luka bakar.

Kevin langsung membawa korban Hovonly ke luar rumah karena keadaan sedang hujan agar api dari tubuh korban Hovonly Simbolon dapat dipadamkan.

“Selanjutnya saksi Kevin membawa korban Hovonly ke rumah pemilik kos yang berada disebelah rumah,” terang Jaksa.

Berdasarkan Visum Et Repertum No : 12/VER/RSCAM/MR/XI/2018 tanggal 12 November 2018 ditemukan bahwa Kepala ditemukan Wajah luka bakar, Luka bakar di leher, dada, tangan kanan dan kiri, paha kanan dan kiri.

Dimana kesimpulan terhadap luka Bakar tingkat II & III 50 persen. Dimana setelah menjalani perawatan selama 1 (bulan lebih korban Hovonly meninggal dunia.

Dan akibat perbuatan terdakwa maka saksi Kevin Julio Pasaribu mengalami Luka bakar terkena bensin di tangan kanan dialami + 8 jam SMRS. Anggota gerak atas mengalami Luka bakar Grade I-II + 7 persen.

Dimana kesimpulan, terdapat luka bakar Grade I-II ditangan kanan dengan luar kurang lebih tujuh persen.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 187 Ke-3 KUHPidana,” pungkas Jaksa.( SB/FS )

Comments