Penduduk Miskin Di Perdesaan Meningkat, Perkotaan Turun


Kepala BPS Sumut Syech Suhaimi berbicara kepada wartawan di Medan Kamis (1/8).

sentralberita|Medan~Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara mencatat, berdasarkan Hasil Survei Sosial Ekonomi (Susenas) yang dilaksankan Maret 2019 jumlah penduduk miskin di perdesaan meningkat 9,05 persen, sebaliknya di perkotaan justru sebesar 8,56 persen.

Kepala BPS Sumut Syech Suhaimi kepada wartawan di kantornya Kamis (1/8) mengatakan secara umum angka kemiskinan di Sumut mengalami penurunan sebesar 0,11 persen poin yaitu dari 8,94 persen pada September 2018 menjadi 8,83 persen pada Maret 2019.

Suhaimi menyebut angka kemiskinan ini setara dengan 1,28 juta jiwa pada Maret 2019 atau berkurang sekira 10 ribu jiwa dalam satu semester terakhir.

Ia menjelaskan pada Maret 2019, penduduk miskin di perkotaan 675,74 ribu orang, turun dari September 2018 sebanyak 786,87 ribu orang. Sedangkan penduduk di perdesaan Maret 2019 sebanyak 606,30 ribu orang, naik dibanding September 2018 sebanyak 605,02 ribu orang. Jadi total jumlah penduduk miskin (perkotaan dan perdesaan) sebanyak 1,282 juta orang pada Maret 2019 dan turun 8,83 persen dibanding September 2018 sebanyak 1,291 juta orang.

“Secara umum pada periode 2005 – Maret 2019 tingkat kemiskinan di Sumut mengalami penurunan baik dari sisi jumlah maupun persentase, perkecualian pada tahun 2006, September 2013 dan Maret 2015,” jelas Suhaimi.

Ia menambahkan garis kemiskinan dipergunakan sebagai suatu batas untuk menentukan miskin tidaknya seseorang. Sedangkan penduduk miskin adalah mereka yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Pada Maret 2019 garis kemiskinan Sumut sebesar Rp466.122 per kapita per bulan.

Untuk daerah perkotaan, garis kemungkinannya sebesar Rp483.667 per kapita per bulan dan untuk daerah perdesaan sebesar Rp445.815 per kapita per bulan. (SB/wie)