Inflasi Sibolga 2,25 Persen, Terbesar di Sumatera

sentralberita|Medan~ Pada Juni 2019, seluruh kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatera Utara mengalami inflasi yakni Sibolga 2,25 persen, Pematangsiantar 0,91 persen, Medan 1,68 persen dan Padangsidempuan 1,79 persen.

“Inflasi di Sibolga terbesar di Pulau Sumatera,” tegas Syech Suhaimi, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut di kantornya Senin (1/7).

Suhaimi menjelaskan gabungan 4 kota IHK tersebut membuat inflasi Sumut pada Juni 2019 sebesar 1,63 persen, jauh dari nasional sebesar 0,55 persen. Begitu pula untuk inflasi tahun kalender (Januari Juni 2019), Sumut sebesar 4,30 persen, juga lebih tinggi dari nasional sebesar 2,05 persen.

“Inilah kondisi inflasi sekarang, sepertinya kita harus bergerak lebih cepat mengatasi inflasi yang terus naik ini. Harga-harga, khususnya harga pangan makin lama juga makin naik seperti cabai merah yang melaju,” ungkap Suhaimi.

Ia menjelaskan pada Juni 2019, Medan 1,68 persen atau terjadi peningkatan indeks dari 142,53 pada bulan Mei 2019 menjadi 144,92 pada Juni 2019. Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks sebagian besar kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 6,39 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,43 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,23 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,06 persen.

Sementara itu kelompok yang menunjukkan penurunan indeks yaitu yaitu kelompok sandang sebesar 0,10 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,01 persen dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,29 persen.

Komoditas utama penyumbang inflasi selama bulan Juni di Medan antara lain cabai merah, cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, cabai hijau, emas perhiasan dan ikan gembung.

“Cabai merah memberikan andil inflasi paling tinggi di semua kota IHK,” kata Suhaimi seraya menambahkan harga cabai merah saat ini tinggi berkisar Rp70.000 per kg.(SB/wie)