2020 Pemerintah Alokasikan 5.500 Jargas Di Deliserdang

All-focus
Sales Area Head Medan PT PGN, Tbk Saeful Hadi berbicara kepada wartawan di kantornya Kamis (25/7).

sentralberita|Medan~Setelah berhasil membangun jaringan gas (jargas) program tahun 2018 dan selesai tahun 2019 di Sumut, kini pemerintah mengalokasikan sebanyak 5.500 jargas lagi untuk program tahun 2020.

Sales Area Head Medan PT PGN, Tbk Saeful Hadi didampingi Humas Yusnani mengatakan hal itu kepada wartawan di kantornya Kamis (25/7).

Saeful menjelaskan untuk jargas tahun 2020, kini sedang dalam tahap survei dan persiapan Front End Engineering Design (FEED) dan Detail Engineering Design And Design for Construction (DEDC) jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (RT).

“Untuk tahun 2020 pemerintah mengalokasikan 5.500 hanya untuk daerah Deliserdang,” katanya.

Sedangkan jargas program tahun 2018 yang dikerjakan tahun 2019 ada di dua tempat mencapai total 16.716 jargas RT terdiri dari untuk Deliserdang sebanyak 5.560 sambungan dan Medan 5.656 sambungan. Saat ini sedang proses pemasukan gas ke rumah-rumah. “Sudah 50 persen yang menikmati gas bumi dari jargas tersebut,” ungkap Saeful.

Ia menjelaskan pada posisi Juni 2019, pelanggan-sebanyak RT 19.549. Jadi dengan tambahnya pelanggan sebanyak 11.216 dari program jargas 2019, maka total pelanggan RT mencapai 30.765. “Bertambah lagi nanti pelanggan RT dari jargas tahun 2020,” jelasnya.

Saat ini pelanggan industri sebanyak 45 dan akan menyusul tambah dua lagi yakni Mark Dynamic (cetakan sarung tangan) dan PT Alco, semuanya di Deliserdang. Sedangkan untuk pelanggan kecil (UMKM) sebanyak 405 (umumnya usaha kecil seperti rumah makan, laundry dan sebagainya).

PGN sendiri optimistis jumlah pelanggan baru terus bertambah karena di tengah kondisi perekonomian saat ini, gas bumi menjadi solusi terbaik. Selain reaktif lebih murah dan efisien, gas bumi itu juga ramah lingkungan. “Gas bumi lebih ringan dari udara sehingga kalaupun bocor maka bisa langsung terbang ke udara,” sebut Saefullah.

Harga gas industri 10,28 dolar AS per MMBTU dan pelanggan RT Rp2.945 per meter kubik. Dibanding dengan gas elpiji, harga gas bumi mampu menghemat sekira 60 persen. (SB/wie).