Puas dan Bangga,Labusel dan Binjai Berbagi Emas Di Sektor Tunggal

sentralberita| Medan~Kontingen Kota Binjai dan Kabupaten Labuhan Batu Selatan sukses berbagi medali emas di hari ketiga pertandingan tenis meja di Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Sumut), di Gelanggang Olah Raga (GOR) Samudra Medan, Selasa (25/6) siang.

Dua kontingen tersebut juga sukses balaskan kegagalan di sektor beregu putra yang sebelumnya harus puas meraih perak.

Di sektor final tunggal putra, atlet Labusel Husni Hidayat sukses mengalahkan lawan bebuyutannya Ahmad Suhaimi asal Tebingtinggi dengan skor 4-2 melalai pertandingan enam set (9-11,13-11,11-6, 8-11, 11-8, 11-7). Ini sekaligus membalaskan kekalahan atlet berusia 40 tahun itu di final nomor beregu putra. Perunggu bersama menjadi milik duo atlet Medan yakni Af Al Muqarrabin dan Dani Daud Sudrajad.

Usai laga Husni Hidayat menilai sang lawan jenis yang ia hadapi di final merupakan pemain bagus yang juga sering berlaga di kejuaraan nasional. Apalagi kedua atlet sering bertemu tidak hanya di event Porprovsu saja. Maka, memanfaatkan kelemahan lawan dan fokus di setiap pertandingan menjadi modal baginya bisa memenangkan pertandingan.

“Kami itu ibaratnya satu guru. Pernah kita latihan di Jawa Timur dan kita memang mainnya nothing to lose. Yang penting kita main lepas dan jangan ada beban,” ucap atlet yang pernah tampil di PON 2000 Jatim dan PON 2008 Kaltim ini.

Apalagi pada ajang Porprovsu 2019, pihak KONI dan pengcab PTMSI Labusel tidak membebankan ia untuk meraih emas. Ini juga berkat doa masyarakat Labusel. “Soal kalah atau menang biasa, di ABG penting main lepas tanpa beban. Kita satu tipe, jadi kami tahu kelemahan dan kelebihan masing – masing,” ujar Husni.

Menyisakan nomor ganda putra, atlet kelahiran Medan 27 Agustus 1978 ini akan berduet dengan Faisal. Diakui ayah dari tiga anak ini bahwa sejak Porwilsu 2018 dirinya telah menjalin latihan bersama untuk persiapan Porprovsu.

“Di latihan dan pertandingan itu pasti beban mental itu beda. Tinggal persiapan saja kuncinya. Target tidak ada, intinya main lepas dan jangan ada dipikirkan,” ucap pria yang juga bergabung dengan klub tenis meja Sumut Paten di Jalan Denai ini.

Sementara M Rosyd Siregar pelatih putra Labusel mengatakan, senang, puas, sekaligus bangga atas prestasi yang diukir Husni bisa mengalahkan rivalnya di laga final. Torehan satu emas di nomor tunggal putra memang sudah sesuai target pelatih. “Memang di nomor beregu putra kita target emas, tapi maksimal juga dapat perak. Sudah berusaha maksimal anak – anak. Kebetulan hari ini keberuntungan ada di tangan Husni karena selama ini mereka latihan dan ikut event Husni selalu kalah atau atas Suhaimi,” ucapnya.

Di sektor ganda putra, pihaknya tidak targetkan apapun bagi atlet. Namun, ia menginstruksikan untuk bermain lepas dan tampil dalam performa terbaik.

“Tidak ada target medali. Kita tidak ingin target itu malam menjadi beban mereka. Intinya, bermain maksimal saja,” pesannya.

Sementara di final tunggal putri, medali emas sukses direbut atlet Binjai Melza Affiati usai menyudahi perlawanan atlet Deliserdang Sri Suryaningsih dengan skor 4-1 melalui pertandingan lima set (11-8, 11-6, 7-11, 12-10, 11-7). Perunggu bersama menjadi milik Ramadhani (Asahan) dan Nabila Ulfa (Batubara).

Dengan berakhirnya final di nomor tunggal dan beregu putra/putri, tiga daerah memperoleh medali yang sama yakni Tebingtinggi, Labusel, dan Binjai dengan 1 emas dan 1 perak. Kemudian diikuti Batubara dengan 1 emas, 1 perunggu. Selanjutnya Deliserdang 1 perak, 1 perunggu, Medan 4 perunggu, serta Gunungsitoli dan Asahan masing – masing 1 perunggu.

Hingga berita ini diinformasikan, masih berlangsung babak penyisihan di nomor ganda campuran. Dijadualkan final akan berlangsung pada sore ini.