Ratusan Warga Korban Erupsi Sinabung Unjuk Rasa ke Kantor Bupati


Ratusan warga Desa Payung korban erupsi Sinabung yang mendatangu Kantor Bupati Karo Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Jumat

sentralberita|Karo~Ratusan warga Desa Berastepu Kecamatan Simpang Empat Karo korban erupsi gunung Sinabung kembali datangi kantor Bupati Karo di jalan Jamin Ginting Kabanjahe, menuntut sewa rumah, sebesar Rp.4,200.000.-/tahun Jumat,(03/05/2019).

Gelombang arus unjuk rasa damai mulai bergerak dari halaman Makam Pahlawan Jalan Veteran Kabanjahe.

Dalam perjanan menuju kantor bupati Karo massa mendapat kawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Tanah Karo. Akibat banyaknya massa membuat arus lalu lintas sedikit macet dan kenderaan yang lalu lalang menjadi padat merayap.

Massa yang merasa haknya belum terpenuhi tiba dikantor bupati Karo sekira pukul 15.25 WIB. Menunggu jawaban dari Pemerintah Kabupaten Karo massa memilih untuk menggelar tikar disamping pintu masuk. Sebagian memilih duduk disekitar halaman.

Sekira pukul16.10.WIB, Sekdakab Karo Drs Kamperas Terkelin Purba MSi, didampingi Asisten Ekonomi Pembangunan Drs Mulianta Tarigan, Kabid Rehabilitasi Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo Ir Subur Tambun datang menemui massa.

Dengan pagar betis Satpol PP dibantu Polisi dari Polres Karo menyampaikan bahwa sebanyak 25 kepala keluarga sudah selesai diproses dan sudah dapat menghubungi pihak bank BRI untuk pencairan. Sementara untuk 5 kepala keluarga harus melakukan perbaikan berkas.

Untuk 45 kk lagi sedang dalam proses verifikasi berkas.
Usai sekda menyampaikan nama-nama kepala keluarga tersebut kemudian dilanjutkan Kabid.R.R BPBD Karo Subur Tambun. Dalam penjelasannya,Tambun memohon agar warga dapat bersabar untuk beberapa waktu lagi.
Ditambahkan Tambun tiba saatnya semua akan mendapatkan haknya. Penyelesaianya dilakukan secara bertahap.

Merasa haknya terabaikan warga hendak meringsek memasuki ruangan kerja kantor bupati. Massa mulai teriak-teriak, ini tidak adil, ayo kita masuk aja, teriak warga. Mendengar ini massa spontan berdiri mendesak, memaksa untuk memaduki ruang kerja kantor bupati.

Begitu massa hendak meringsek memasuki kantor bupati, SatpolPP langsung membuat formasi pagar batis didepan pintu masuk.

Aksi dorong-mendorong massa dengan Satpol PP tidak dapat dihindari. Suasana makin memanas pada saat terjadi dorong-dorongan dengan ada seorang warga terjatuh dan mengaku dipukul oknum. Situadi semakin memanas dan sempat terjadi lemparan terhadap petugas.

Melihat situasi yangulai memanas dengan sigap petugas kepolisian Polres Tanah Karo langsung mengambil alih situasi. Massa yang didominasi “nande-nande” langsung merangkul dan menenangkan massa.

Pada pukul 17.33 WIB Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Karo Martin Sitepu akhirnya datang menemui pengunjukrasa. Kepada warga Martin menyampaikan bahwa untuk pencairan punya mekanisme sesuai dengan undang-undang.

“Dananya sudah ditampung pada APBD tahun anggaran 2019. Untuk pencairannya harus melalui Peraturan Bupati (Perbup). Tidak ada niat kami untuk memperlambat-lambat pencairan.Tim perivikasi berkas penerima tetap bekerja. Begitu ada betkas yang sudah selesai diperivikasi langsung diantarkan ke DPPKAD untuk diperivikasi kembali,” jelas Sitepu.

Mendengar penjelasan Kalak BPBD massa juga belum merasa puas. Sampai jam 18.58.WIB massa masih tetap bertahan dihalaman kantor bupati Karo.(SB/01/ap.c)