Di Kalapas Tanjung Gusta Sedikit Warga Binaan Bisa Mencoblos

sentralberita|Medan~Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas IA Tanjunggusta, Medan, Budi Argap Situngkir mengaku sangat kesal terkait jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang minim di Lapas yang ia pimpin. Terlebih lagi di saat Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi datang berkunjung.

Budi secara blak-blakan menyatakan, pihak Lapas sejak enam bulan lalu sudah berkutat masalah daftar pemilih tetap (DPT) dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) sudah melakukan tupoksinya jemput bola hingga tengah malam merekam e-KTP di dalam penjara.

Permintaan Komisi Pemilihan Umun (KPU) yang menyatakan, narapidana/warga binaan harus memiliki nomor induk keluarga (NIK) pun sudah diusulkan.

“Keluar DPT dan DPTb sebanyak 1.434 orang. Ternyata pada saat pembagian A5, ada sekitar 600 orang tidak valid. Artinya, nama yang muncul bukan yang kami usulkan. Ada yang warga luar, dan data tahun 2017,” katanya kepada Rabu (17/4/2019) siang.

“Ini yang membuat kami kecewa, sehingga dari jumlah warga binaan sebanyak 3.820, ya, kurang lebih hanya 700 yang punya hak pilih,” katanya.

“Jadi tidak valid, ini yang membuat kami sangat kecewa,” kesalnya lagi. (SB/01/mbd)