Kunjungi Medan, Menaker minta BLK Lebih Inovatif dan Kreatif

sentralberita|Medan~Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri meninjau Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Medan yang terletak di Jalan Gatot Subroto KM 7,8 kota Medan, Sumatera Utara, Jum’at (15/3).

Dalam kunjungan kerja singkatnya selama 60 menit ke BBPLK yang dibangun tahun 1970 di atas lahan seluas 7 hektar tersebut, Menaker menyempatkan diri meninjau workshop kejuruan perhotelan, konstruksi, barista dan restoran serta memberikan pengarahan kepada pegawai dan instruktur BBPLK Medan di ruang kantin BBPLK Medan.

Saat berdialog dengan pegawai dan instruktur, Menaker meminta jajaran BBPLK Medan banyak melakukan inovasi dalam metode pelatihan. Sebagai provider pelatihan, BLK juga harus bersaing dan selalu memperbarui pelatihan agar mendelivered masyarakat benar-benar bisa kompeten dan terus melakukan inovasi selain itu seluruh pegawai maupun instruktur di BLK membuka ruang atau ide-ide agar bisa terus berkembang demikian juga pimpinan harus membuka diri, berdialog agar bisa menyerap ide-ide dari bawah.

“Siapa tau ada yang bisa dimanfaatkan dan dikembangkan secara baik. sehingga kinerja BLK menjadi baik. Pikiran kita harus terbuka, harus inovatif agar semua yang dilakukan benar-benar baik, ” kata Hanif didampingi Dirjen PHI Jamsos Haiyani Rumondang, Direktur Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak Asep Gunawan, Kadisnaker Sumut Hariyanto Butar Butar, Kepala BBPLK M. Ali dan Kabag TU BBPLK Medan Huminsa Tambunan, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Misriadi.

Selain berinovasi, Menaker juga meminta BLK Medan membuka kelas malam dan Sabtu Minggu. Untuk membuka dua kelas tersebut Hanif telah menginstruksikan Ditjen Binalattas untuk merumuskankannya dan akesnya benar-benar dibuka seluas-luasnya untuk masyarakat karena Hanif Dhakiri menilai pentingnya dibuka dua kelas itu karena masyarakat di sekitar memerlukan ruang atau akses untuk bisa memperoleh upskilling (peningkatan ketrampilan) agar memiliki karir dalam pekerjaannya. Karena saat ini banyak orang under employment.

Jika sebelumnya ada persyaratan usia dan pendidikan, maka untuk membuka akses seluas-luasnya ke masyarakat, Menaker menambahkan mulai saat ini
BLK telah menghapuskan persyaratan yang membatasi masyarakat untuk mengikuti pelatihan. (SB/Diur).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.