Nafsu Terlalu Tinggi, Mantan Napi Embat Anak Tiri

Sentralberita|Kisaran~Entah apa yang ada dipikiran Edy Susanto (43),hanya gara – gara tidak sanggup menahan hawa nafsunya ,warga yang tinggal di jalan Denai Dusun I Desa Bagan Asahan Kecamatan Tanjung Balai-Asahan ini harus merasakan dinginnya udara sel Polres Asahan.

Nelayan yang juga pernah menjalani hukuman karena terlibat kasus penggelapan sepeda motor ini,ditangkap pihak Polres Asahan karena tega mencabuli DP (14) yang tidak lain putri tirinya.

Menurut Kapolres Asahan AKBP.Faisal F Napitupulu Sik,terungkapnya kasus pencabulan terhadap anak dibawah ini berawal pengakuan korban kepada ibu kandungnya yang merasa takut kepada pelaku,karena didesak akhirnya korban mengaku kalau dirinya telah dinodai ayah tirinya.

Karena tidak ingin mendengar penjelasan sepihak ibu korban langsung memanggil suaminya,bagai disambar petir disiang bolong saat mendengar pengakuan dari sang suami yang mengakui perbuatannya.tidak ingin kecolongan,hari itu juga ibu korban membuat pengaduan ke Polres Asahan.

“Dari pengakuan korban dirinya sudah 4 kali dicabuli tersangka,dan itu terjadi sejak bulan Pebruari 2017 yang lalu “jelas Faisal.

Lebih jauh mantan Kapolres Nias Selatan ini menjelaskan,modus yang dilakukan tersangka dengan cara merayu serta mengajak korban jalan-jalan,setelah lelah lalu korban dibawa salah satu kepenginapan dan langsung dinodai.

“Tersangka kita jerat pasal 81 ayat (1) jo pasal 76D atau pasal 82 ayat (1) jo pasal 76E dari UU RI No.35 Tahun 2014 atas Perubahan UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 Tahun Penjara,”papar Faisal

Sementara itu dari pengakuan tersangka,dirinya tega melakukan tindakan yang tidak senonoh kepada putri tirinya tersebut karena tidak dapat menahan nafsu syahwatnya yang selalu tidak terkontrol.

“Aku selalu tergiur setiap melihat body dia bang dan nafsuku juga selalu tidak terbendung.”aku tersangka saat dikonfirmasi Kru sentralberita.com di Mapolres Asahan.

Lebih jauh dirinya mengaku kalau perbuatan itu sudah dilakukannya sebanyak 4 kali,yang di bulan Pebruari 2017 dan yang terakhir tanggal 20 Desember 2018.

” Yang terakhir itu dia kujemput dari pesantren tempatnya sekolah dengan alasan ibunya sedang sakit,tapi kami ngak pulang kerumah,dia kubawa ke hotel di Tanjung Balai,dari situlah semuanya terungkap “jelas tersangka.(SB/ZA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.