FGD DPRD Medan: Kemiskinan Isu yang Dinamis

sentralberita|Medan~Untuk yang kesekian kalinya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan menggelar Focus Group Discossion (FGD), atau seminar sehari.
FGD diselenggarakan di Medan Club Jalan RA Kartini Medan Selasa (18/12) dengan thema “Peran DPRD Kota Medan Dalam Penanggulangan Kemiskinan dan Pengurangan Luasan Permukiman Kumuh Kota” itu dibuka oleh Wakil Kota Medan diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Kota Medan Ihwan Habibi.
“Kemiskinan merupakan isu yang sangat dinamis, bergantung pada tantangan zaman yang sedang terjadi saat ini di Indonesia,” ujar Ihwan Habibi saat membacakan pidato tertulis Walikota Medan tersebut.
Setiap periode pemerintahan lanjut Habibi memiliki fokus dan karakter masing-masing dalam upaya pengentasan kemiskinan tersebut. Salah satu periode yang dianggap mampu mengurangi kemiskinan secara signifikan adalah era orde baru dibawah kepemimpinan presiden Soeharto.
“Ada tiga pendekatan dalam kebijakan penganggulangan kemiskinan yang dilakukan di era presiden Soeharto, antara lain melalui pemenuhan kebutuhan dasar pemberdayaan masyarakat dan pendekatan berbasis hak,”tandas Ihwan Habibi.
Namun sayangnya pada tahun 1977 dan 1978, angka kemiskinan kembali naik secara signifikan yang akhirnya lengser presiden Soeharto. Dan sampai kini berbagai upaya pemerintah untuk mengurangi kemiskinan telah dilakukan baik dilevel pemerintah pusat maupun daerah.
Upaya tersebut meliputi penciptaan kesempatan pemberdayaan masyarakat dengan pengingkatan akses pada sumber daya ekonomi dan politik, peningkatan kemampuan melalui pendidikan dan perumahan layak, serta perlindungan sosial untuk mereka yang penderita cacat fisik, fakir miskin, keluarga terisolasi, pekerja yang terkena putusan hubungan kerja dan para korban konflik sosial.
“Tema kegiatan kita hari ini yaitu “Peran DPRD Kota Medan Dalam Penanggulangan Kemiskinan dan Pengurangan Luasan Permukiman Kumuh Kota” merupakan salah satu tema yang dipilih untuk turun serta menanggulangi masalah kemiskinan dan pemukiman kumuh di kota Medan,” tandas Ihwan Habibi.
Meski lanjutnya, masalah utama di kota Medan masih sekitar banjir, sampah dan kemacatan, namun masalah kemiskinan dan pemukiman kumuh tidak boleh serta merta diabaikan.
Sebelumnya Wakil Ketua DPRD Medan Burhanuddin Sitepu dalam sambutannya mengatakan, kegiatan seminar sehari ini merupakan hasil kerja Komisi B DPRD Medan.
“Menurut catatan Walikota di kota Medan terdapat 42 titik perumahan yang daerahnya termasuk lingkungan kumuh.
Untuk diharapkan kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua,”tanda Pimpinan Dewan yang satu ini.
Kabag Fasilitas Anggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRD Medan Yuslizar Usman selaku Ketua Panitia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan tersebut.
Selain anggota DPRD Medan, FGD tersebut juga dihadiri sejumlah undang antara lain, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemko Medan, akademisi, birokrasi, mahasiswa, LSM, Tokoh Masyarakat, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan undangan lainnya.
Turut hadir dalam kesempatan itu sebagai pembicara antara lain Kasatker Wilayah Sumut Kementrian PUPR Syafril Tansir, Akademisi/Pemerhati Lingkungan Ir Jaya Arjuna, Koordinator Program Kotaku Kurniawan Efendi SP, serta Hatta Ridho moderator. (SB/01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.