Terbukti Terima Pungli, 4 Pegawai Inspektorat Batubara Dihukum 1 Tahun Penjara

sentralberita|Medan ~Pegawai Inspektorat Kabupaten Batubara Non-Aktif yang menjadi terdakwa yakni Juwono (52), Viktor Hasiholan (37) dan Yandi Boy Ompusunggu (33) hanya bisa terpaku saat Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan yang dipimpin Akhmad Sayuti, di ruang Kartika Pengadilan Negeri Medan.

Sidang yang berlangsung menjelang pukul 14.00 WIB tersebut, ketiga terdakwa yang duduk berdampingan dengan Kepala Desa Durian Hariadi yang menyuap mereka tertunduk lesu.

Majelis Hakim dalam amarnya menyatakan keempat terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindakan pidana korupsi sesuai dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Asepte Ginting.

“Pemberatan terhadap perbuatan terdakwa melawan program pemberantasan korupsi yang digagas pemerintah. Adapun pertimbangan meringankan, para terdakwa mengaku bersalah, dan sopan selama di persidangan,” ucap Hakim Sayuti.

“Mengadili terdakwa Hariadi dengan pidana penjara selama 1 tahun denda Rp 5 juta, apabila tidak dibayarkan diganti dengan kurungan selama 1 bulan,” ucap Hakim Sayuti¬† dihadapan para terdakwa dan pengunjung Pengadilan Negeri Tipikor Medan,Senin (26/11).

Sama halnya dengan Hariadi yang diputus satu tahun penjara, Majelis hakim juga menghukum dengan kurungan penjara yang sama untuk ketiga Inspektorat Pemerintah Kabupaten Batubara.

“Mengadili ketiga terdakwa masing-masing terdakwa Juono, Viktor Hasiholan dan Yandi Boy Ompusunggu dengan pidana penjara selama 1 tahun. Denda Rp 5 juta dengan subsider kurungan selama 1 bulan. Adapun barang-bukti berupa uang Rp 3 Juta dirampas untuk negara” ucap Hakim Sayuti.

Tanpa menunggu sikap keempat terdakwa, Majelis hakim langsung menutup sidang dengan menjelaskan waktu untuk keempatnya berpikir selama 7 hari terhadap putusan tersebut.

“Kalian punya waktu tujuh hari untuk berpikir,” ucap Sayuti terhadap keempat terdakwa yang hadir tanpa didampingi penasihat hukumnya.

Putusan satu tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan begeser lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Batubara yang menuntut ketiga Inspektorat dengan hukuman 1 tahun 3 bulan dan denda yang sama. Sementara, bagi Kepala Desa Durian Hariadi putusan yang ditujukan padanya sama sekali tak bergeser dari tuntutan jaksa.

Dalam kasus suap ini ketiga terdakwa yang sebelumnya bertugas di Inspektorat Kabupaten Batubara bernasib apes saat dugaan gratifikasi berupa uang Rp 3 juta diserahkan oleh Kades Durian untuk membersihkan hasil laporan keuangan Belanja Dana Desa tahun 2018 dicium oleh personel kepolisian.

Ketiga terdakwa ditangkap tangan oleh Personel Kepolisian Polres Batubara pada 7 Agustus 2018. Yang mana saat itu diketahui uang dalam amplop dari Kades Hariadi tersebut akan dibagi dengan rincian, Terdakwa Juono mendapatkan uang sebesar Rp 1.200.000. Viktor Hasiholan mendapatkan uang sebesar Rp 1.000.000 dan terakhir Yandi Boy Ompusunggu mendapatkan uang sebesar Rp 800.000.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Asepte Ginting dengan pidana dalam Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara terhadap Kepala Desa Durian Hariadi, JPU mendakwanya dengan Primer pasal 5 Ayat (1) huruf a UU No.20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dan Subsider pasal 5 Ayat (1) huruf b UU No.20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Usai sidang tampak ketiga Inspektorat dan Kepala Desa hanya diam dengan mata berkaca-kaca sembari berjabat tangan dengan kerabat yang menunggunya di kursi pengunjung.

Saat ditanyakan sikapnya terkait putusan ini, Kepala Desa Durian Hariadi hanya melempar senyum. Tak satupun kata keluar dari mulutnya ketika dipapah petugas menuju sel sementara Pengadilan Negeri Medan. (SB/FS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.