Jatuh dari Lantai 2, Buruh Bangunan Gedung Sekretariat Pemko Tebingtinggi Nyaris Tewas

Buruh bangunan gedung sekretarian Pemko Tebingtinggi yang terjatuh nyaris tewas, kini dibawa ke Rumah sakit

sentralberita|Tebingtinggi~Seorang pekerja proyek pembangunan gedung Sekretariat Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi bernama Saputera (21), warga Jalan Yos Sudarso Kelurahan Lalang, Kecamatan Rambutan, Senin siang (5/11),sekitar pukul 12;30 Wib. nyaris tewas terjatuh dari lantai 2.

Ceritanya,,siang itu sekira pukul 12.30 WIB, korban bersama teman kerjanya sedang memplaster dinding bangunan di lantai 2,saat sedang memplaster anak tangga yang di gunakan korban tiba-tiba mengalami hilang keseimbangan,dan akhirnya korban terjatuh dengan posisi telungkup di dasar lantai bawah,namun di sesalkan saat korban sedang bekerja korban tidak menggunakan alat pengaman seperti,helm dan ikatan tali di badan korban,
atas kejadian ini korban mengalami luka robek di bagian pelipis mata sebelah kanan dan patah kaki sebelah kiri.

Melihat kejadian itu, teman-teman korban yang ada di sekitar lokasi proyek sempat terkejut melihat korban terjatuh dari lantai 2 ke lantai bawah,melihat korban terkapar teman-teman korban langsung membawa korban ke RS. Herna Kota Tebing Tinggi, untuk diberi pertolongan perawatan medis.

Mendengar adanya laporan dari warga,bahwa ada seorang buru bangunan terjatuh dari lantai 2, petugas SPKT Polres Tebingtinggi bersama tim Inafis Polres Tebingtinggi, langsung meluncur ke lokasi guna cek olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari Kterangan KSPK “A” Polres Tebingtinggi, Aiptu Terlaksana Sembiring saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, membenarkan adanya buruh bangunan bernama Saputera mengalami kecelakaan kerja,saat mengerjakan proyek pembangunan lanjutan renovasi Kantor Sekretariat Pemko Tebingtinggi yang dilaksanakan oleh PT Viola Cipta Mahakarya.

Kini korban sudah di larikan ke RS Herna Kota Tebingtinggi,untuk di beri pertolongant perawatan medis,atas kejadian ini korban mengalami luka robek di bagian atas pelipis mata sebelah kanan,dan patah kaki di sebelah kiri,” terang T.Sembiring.

Sementara itu, pihak pelaksana proyek, Imam Nasution saat ditemui wartawan berjanji akan bertanggung-jawab dan membiayai segala perobatan korban secara menyeluruh hingga sampai sembuh.

Di samping, diberikan layanan BPJS Ketenakerjaan, pihak perusahaan juga akan memberikan santunan kepada pekerja yang mengalami kecelakaan saat bekerja,”kata Imam.

Sangat di sesalkan,banyaknya proyek-proyek bangunan besar di Kota Tebingtinggi,di duga pekerja tidak menggunakan alat sefti seperti helm,tali pengaman,karena alat pengaman sangat penting dan berguna,apa bila terjatuh saat sedang bekerja,kita tidak terlalu patal dengan adanya alat sefti yang di pakai si pekerja ( SB/imran ).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.