DPRD Medan Panggil Pengurus Yayasan Gedung Wanita Kartini dan BPN

Sentralberita|Medan~ Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kota Medan akan melakukan pemanggilan terhadap pengurus Yayasan Gedung Wanita Kartini dan Badan Pertanahan Nasional(BPN).

Langkah tersebut dilakukan agar status Wisma Kartini pasca terbakar bisa dilakukan pembenahan kembali untuk diaktifkan sebagai tempat berkumpulnya organisasi wanita di Sumatera Utara.

Hal itu itu disampaikan,Ketua Komisi A DPRD Kota Medan,Andi Lumban Gaol didampinggi anggota ; Zulkarnaen Yusuf,Roby Barus dan P.K.Naibaho, Senin ( 10/9) saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan pengurus BKOW Sumut,terkait permasalahan BKOW dan pihak yayasan yang akan menjadikan lahan ini untuk mendirikan apartemen,pasca terbakar tahun 2013 silam.

” Pertemuan ini merupakan pertemuan kedua kalinya kita lakukan,tapi tetap saja pihak Yayasan Wisma Kartini tidak hadir.Dan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) juga sangat kita sayangkan hadir, tapi tidak membawa berkas sama sekali sehingga sebelum dimulai pertemuan kita minta kembali ke kantor,” ucap Andi usai pertemuan.

Ia mengatakan pihaknya tetap kepada komitmen awal memberikan dukungan sepenuhnya terhadap Badan Kerjasama Organisasi Wanita(BKOW) Sumut yang mempertahankan lahan Wisma Kartini,untuk tetap dijadikan sebagai tempat berhimpunya Organisasi Wanita di Sumut.

“Artinya lahan dan gedung yang terbakar itu memiliki nilai sejarah yang harus dipertahankan. Maka,DPRD dalam hal ini Komisi A,akan mendukung sepenuhnya upaya-upaya BKOW untuk terus mempertahankan aset tersebut.Namun dalam pertemuan ini tetap saja pihak yayasan tidak mau hadir ,”katanya yang berjanji akan menindaklanjuti hal ini dengan menghadirkan pihak terkait untuk penyelesaian hal ini.

Dalam pertemuan itu justru,kata Andi pihaknya merasa curiga terkait dengan status lahan yang sudah memiliki Hak Guna Bangunan ( HGU).” Untuk mengeluarkan HGU bukan mudah ada tahapan yang harus dilalui. Justru pihak BPN mengeluarkannya ini patut ditelusuri serta kita pertanyakan atas nama siapa dan siapa yang mengajukan,ini masih sangat janggal sekali,” kata Andi.

Sedangkan,Roby anggota Komisi A juga tak menampik akan hal ini.” Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang sudah mengeluarkan HGU kita pertanyakan atas rekomendasi siapa karena ini bersifat yayasan,” katabya seraya berharap agar pertemuan selanjutnya BPN dapat hadir sehingga persoalan tuntas.

Nurmala Sari,Bagian Aset Pemko Medan menyatakan bahwa wisma Kartini bukan bagian dari aset Pemko Medan karena tidak pernah masuk dalam data aset,walau pun dirintis oleh walikota terdahulu.

Sebelumnya, Ketua BKOW Sumut Hj Kemalawati SH dan Sekretaris, Hj Risnawati Siregar menyampaikan asal-usul berdirinya Gedung Wanita Wisma Kartini.

Pada Tahun 1958, Ny Basyrah Lubis dalam kedudukannya selaku isteri Wali Kota Medan, mendirikan Yayasan Gedung Wanita Sumatera Utara. Yayasan ini mendapat sumbangan sebidang tanah dengan Hak Izin Bangunan dari Pemda Kota Medan beralamat
Jl.Cik Ditiro No 1 Medan. Sayangnya akibat situasi politik saat itu, saling gagal menggagalkan, sehingga Yayasan ini tidak berhasil mewujudkan cita-citanya.

Pada Tahun 1962, Atas Dasar Surat dan anjuran Kongres Wanita Indonesia(Kowani) di Jakarta pada tahun 1962,agar di Sumatera Utara,khususnya Kota Medan, dapat dibentuk Wadah Persatuan Organisasi Wanita, maka Ny Basyrah Lubis (Isteri Wali Kota Medan pada saat itu),mengambil inisiatif untuk membentuk wadah sebagaimana dimaksud dengan nama Badan Kontak Wanita dan Organisasi Wanita( disingkat BKWOW).
BKWOW yang berdiri tahun 1962, tersebut dapat dikatakan sebagai embrio atau cikal bakalnya Badan Kerjasama Organisasi Wanita(BKOW) Sumatera Utara.
Pada awal berdirinya BKWOW hanya beranggotakan 18 Organisasi Wanita dan 7 orang wanita sebagai pribadi, dengan Ketua Ny. Basyrah Lubis dan Ny Dahlan sebagai Sekretaris.‬
Sampai tahun 1965, jumlah Organisasi yang bergabung dalam BKWOW sudah ada 35 Organisasi yang bergabung dalam BKWOW. Pada tahun 1968 berdiri pula sebuah Organisasi dengan tujuan yang sama diprakarsai oleh
Ny.Kusno Uto (SB/Husni L)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.