Keberatan Dimintai Biaya, Petugas CS Mengadu ke F-PAN

Sentralberita| Medan~Sebanyak 40 tenaga kerja CS mengadu kepada Ketua F-PAN DPRD Medan HT Bahrumsyah, Selasa (3/4) di ruangan fraksi. Dalam pertemuan itu, petugas CS menyatakan keberatannya terhadap adanya biaya yang ditentukan PT PCM.

Petugas cleaning service (CS) DPRD Kota Medan kembali mengadukan nasib mereka setelah perusahaan lama digantikan pemenang tender biro jasa PT Paruh Cakrawala Membentang (PCM). Para tenaga CS di DPRD Medan dimintai uang sebesar Rp 2,5 juta oleh PT PCM dengan alasan untuk biaya pelatihan mendapatkan sertifikat CS.

Umumnya para pekerja juga keberatan adanya pergantian tenaga kerja bila hal itu tidak dipenuhi. “Kami juga keberatan saat ini disuruh membuat lamaran lalu diajukan ke perusahaan yang baru, bila memenuhi syarat akan dihubungi. Iya kalau dihubungi, kalau tidak mau makan apa anak-anak kami,” ujar sejumlah petugas CS.

Bahkan, para pekerja juga keberatan karena di saat itu pihak PT PCM sudah mengirimkan tenaga kerja baru sebagai calon pengganti mereka. “Kami ini bekerja sudah lama di sini dari gedung DPRD belum apa-apa sampai sekarang. Dulu kami digaji hanya Rp100 ribu dan sudah banyak berganti perusahaan, tapi tidak pernah diberhentikan, kami tetap bekerja walau siapapun yang menang tender,” kata Lisa mewakili rekan-rekannya yang lain.

Menyingkapi itu, Bahrumsyah mengatakan tidak diperkenankan adanya pergantian pekerja, walau pun sudah ada pemenang tender atau perusahaan baru. “Dalam aturan Permenaketras No 19 Tahun 2012, sudah sangat jelas mengatur perusahaan yang memenangkan sebuah tender tidak boleh mengantinya dengan tenaga kerja yang baru. Artinya, perusahaan PT PCM itu pemenang tender, tapi tidak boleh menganti tenaga kerja. Jika ini dilakukan, jelas sudah melanggar aturan,” ujar anggota Komisi B DPRD Medan itu. Atas dasar itu, Komisi B akan segera memanggil PT PCM.

Secara terpisah, pihak PT PCM, Arifin Said Ritonga yang ditemui di Lantai 1 gedung dewan sekira pukul 19.00 WIB membantah pihaknya meminta uang sebesar Rp 2,5 juta. Disebutkannya, pihaknya hanya menginformasikan biaya untuk pelatihan mendapatkan sertifikat CS sebesar Rp.2 juta. “Masa kami yang biayai pelatihan untuk mereka,” ujar Said lagi.

Pekerja PCM harus profesional, ujarnya lagi seraya menyebutkan pelatih untuk CS itu akan didatangkan dari Jakarta. Sertifikat ini akan berguna juga bagi petugas CS nantinya kalau hendak bekerja di mana saja.

Namun, terkait pernyataan itu, Bahrumsyah menyatakan hal itu tidak benar. Karena dalam proses tender seluruh biaya sudah ditetapkan. “Tidak perlu yang namanya sertifikat itu untuk  CS. Yang namanya sertifikat tidak ada di aturan anggaran. Kami sebagai owner (DPRD Medan-red) tidak pernah meminta yang namanya sertifikat. Dan kembali kita tanyakan aturan mana yang namanya CS harus ada sertifikat,” tegasnya. (SB/Husni L)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.