Kajatisu Pimpin Sertijab  Dua Asisten  dan Dua Kajari

Sentralberita| Medan~Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara ( Kajatisu ) DR Bambang Sugeng Rukmono memimpin serahterima Jabatan ( Sertijab ) Asisten Intelijen ( Asintel ) dan Asisten Pembinaan ( Asbin ) Kejatisu dan dua Kepala Kejaksaan Negeri ( Kajari) di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sumut,yang berlangsung di lantai III gedung Kejatisu ( 3/4/2018).

Acara pelantikan dan Sertijab tersebut disaksikan Wakajatisu,para Asisten dan sejumlah Kajari,Jaksa Fungsional serta pegawai Kejatisu.

Kajatisu  DR BambangSugeng Rukmono  melantik dan mengambil sumpah sekaligus melantik  Asisten Intelijen ( Asintel ) Leonard  Eben  Ezer Simanjuntak SH MH menggantikan Asisten Intelijen lama Idianto SH MH,yang
dipromosikan menduduki jabatan sebagai Kordinator Dibidang Intelijen pada JAM Intel Kejagung .

Sedangkan Asisten Pembinaan ( Asbin ) Kejatisu yg baru Akmal Abbas SH MH diambil sumpahnya dan dilantik menggantikan Ade Tajudin Sutiawarman SH MH, yang mendapat promosi jabatan menjadi Kordinataor bidang ( Korbid)  Datun pada JAM Datun Kejagung.

Pada kesempatan tersebut,Kajatisu Bambang Rukmono juga melantik Kajari Gunung Sitoli yang baru  Futin  Helena Laoly SH MH menggantikan pejabat sebelumnya  Parningotan Bakara.SH.MH yang  dimutasikan ke Tanjung Balai Karimum menduduki jabatan Kajari.

Sementara Kajari Kabupaten Batubara yang  baru Mulyadi Sajaen SH MH dilantik menggantikan Eko Adhyaksono SH MH yang mendapat promosi jabatan menjadi Kajari Tulung Agung serta pelantikan Kordinator Kejatisu Adung Sutranggono SH MH .

Kajatisu DR Bambang Rukmono dihadapan Pejabat yang baru dilantik menghimbau agar dapat melaksanakan kinerja dengan sebaik – baiknya,sebagai pelayan masyarakat.

“Zaman telah berubah,mari kita tinggalkan pola lama dalam hal penugasan dan ASN,sehingga semuanya dapat berjalan dengan baik”,himbau Kajatisu.

Selain itu,Bambang Rukmono juga mengingatkan bahwa tahun ini adalah tahun pilkada di Sumatera Utara ,karena itu intensifkan kerjasama dengan Kominda ( Komisi Informasi Daerah ),untuk mengantisipasi hal – hal yang tidak perlu terjadi,sehingga perlu kecepatan dan kepekaan intelijen.

Kajatisu juga meminta agar istilah ” Hati – hati,Waspada dan pandai – pandailah”,supaya ditinggalkan dan diganti dengan kalimat berhenti,jangan dan tinggalkan,seru Kajatisu.( SB/FS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.