Diduga Akibat Serangan Gas 70 Orang Tewas

Ilustrasi

Sentralberita| Jakarta~Akibat serangan gas ,sedikitnya 70 orang tewas di Suriah dalam dugaan serangan gas di Douma, kota terakhir yang dikuasai pemberontak di Ghouta Timur.

Tenaga penyelamat sukarela White Helm memposting gambar-gambar di Twitter yang menunjukkan beberapa mayat di ruang bawah tanah. Dikatakan jumlah korban tewas kemungkinan akan meningkat.

Belum ada verifikasi independen atas laporan tersebut. Pemerintah Suriah telah menyebut tuduhan serangan kimia itu palsu.

Departemen luar negeri AS mengatakan mereka memantau laporan ‘yang sangat mengganggu’, dan bahwa Rusia, yang bertempur bersama dengan pemerintah Suriah, harus bertanggung jawab jika bahan kimia mematikan telah digunakan.

Pesawat tempur Suriah menyerang wilayah pemberontak, Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis memperingatkan Suriah atas penggunaan gas beracun ‘Kami akan tetap sampai akhir’, dikutip dari BBC, Minggu (8/4).

Dikatakan bahwa diyakini sedikitnya 40 orang tewas, tetapi jumlah korban mungkin jauh lebih tinggi.

Pada Agustus 2013, roket yang berisi sarin agen syaraf ditembakkan di daerah Ghouta Timur yang dikuasai pemberontak, menewaskan ratusan orang.

Sebuah misi PBB mengonfirmasi penggunaan sarin, tetapi tidak diminta untuk menyatakan siapa yang bertanggung jawab. Kekuatan Barat mengatakan hanya pasukan pemerintah Suriah yang bisa melakukan serangan itu.

Pada April 2017, lebih dari 80 orang tewas dalam serangan sarin di kota Khan Sheikhoun yang dikuasai oposisi, dan penyelidikan gabungan oleh PBB dan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) yang diadakan pemerintah Suriah bertanggung jawab atas hal ini. (SB/mc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.