Ultah PFI ke-14 Tahun Foto Bisa ‘Bicara

Sentralberita| Medan~Pewarta foto Indonesia (PFI) mengadakan Syukuran Ultahnya yang ke-14 pada Minggu (4/3) di Ten Cafe, Jl Imam Bonjol Medan.

Hadir pada acara sakral itu diantaranya Cawagubsu H Musa Rajekshah, ketua DKSU Baharudin Saputra, Ketua PWI Sumut Hermansyah dan perwakilan dari pemko Medan.

Dalam sambutannya, Cawagubsu Musa Rajekshah menyebutkan tentunya para pewarta foto di Medan sudah banyak pengalaman juga saling menjaga kekompalkan serta hubungan kekeluargaan sudah terjalin dengan baik.

Untuk ke depannya PFI bisa menjadi organisasi resmi sama seperti PWI,” tukas Musa alias Ijeck yang disambut baik oleh para pewarta foto.

Menurut Ijeck, dia merasa terpanggil untuk menghadiri acara Syukuran Ultah PFI ini karena dirinya sudah cukup merasa dekat dengan para insan press di Sumatera Utara umumnya dan Kota Medan khususnya.“

Wartawan itu sendiri menjadi mitra kerja sama yang baik dengan pembaca saat memberikan info berupa foto secara aktual.

Misalnya dengan foto saja itu sudah bisa ‘bicara’. Tempat atau lokasi foto yang mungkin tidak diketahui orang, dengan foto yang kita sajikan dapat menambah wawasan pembaca tentunya. Majulah insan pewarta foto di Medan,” ungkap pria yang saat itu mengenahkan setelan batik.

Sementara itu, Ketua PFI, Rahmad Suryadi menjelaskan sudah 14 tahun pewarta foto di Medan ini kumpul-kumpul di salah satu warkop.

pewarta foto

hut pewarta foto

“ Yang kami bahas itu bagaimana ke depannya bisa mendapat perlindungan organisasi karena para pewarta foto ini dalam tugasnya sehari-hari selalu berada di garda terdepan untuk meliput suatu peristiwa,” ujar Rahmad dengan lugas.“

Ini sebenarnya jadi benturan buat kami jika ada preman-preman tapi mereka tidak paham kita sedang bertugas,” tutur Rahmad menjelaskan tanggal 14 Maret ini adalah tanggal bersejarah berdirinya PFI di Medan,” setelah itu baru ada perwakilannya di daerah-daerah yang lain

Tujuan dibentuknya wadah PFI ini selain untuk mempererat silahturahmi juga menciptakan kekompakan sesama pewarta foto.

“ Walau pun kita sebenarnyabersaing di lapangan dalam mencari angle foto tapi kita tetap kompak dalam kehidupan sehari-hari.

“Begitu pun, masih kata Rahmad, saat ini di Medan masih memiliki orang-orang yang dikenal sebagai tokoh juru foto. Misalnya, “ ada Pak Kim yang dulunya kalau setap kamera kami para pewarta foto rusak pas mendatangi Pak Kim ini.

Ada lagi Ceg Gu alias Andi Lubis yang merupakan salah satu perintiss mengembangkan atau membagi ilmu di Medan dengan membuka kelas motivator bagaimana menjadi seorang fotografer yang baik,” jelas Rahmad.

Saat meliput, kata Rahmad, yang paling berkesan itu saat meliput bencana. ” saat meliput bencana gunung meletus Sinabung meletus di Tanah Karo.

Kita merasa berempaat juga. Jadinya kita turut membantu para korban bencana,” ujar Rahmad menambahkan dengan acara syukuran Ultah PFI semakin mempererat silahturahmi.

“ Di era zaman Millenial seperti sekarang ini kita dituntut harus terus berkarya dan berinovasif agar tidak tergerus oleh zaman dan semoga ke depannya Jurnalis Fotografer bisa semakin eksis,” tambah Rahmad.

Sementara itu Ketua DKSU ( Dewan Kesenian Sumatera Utara), Baharudin Saputra dalam sambutannya mengatakan bahwa sebuah prestasi itu tidak gampang.

“ Ada enam bidang yang digandrungi orang saat ini diantaranya bidang seni, teater dan lain-lain. Nah… ada lagi bidang yang lain yakni bidang fotograi.

Fotografi adalah salah satu profesi yang manis. Bagaimana kalau membuat suatu foto itu terlihat manis dan indah. Sehingga bisa mengambil moment setiap saat untuk memotret istrinya,” kata Baharudin berkelakar.

Dipenghujung sambutannya Baharudin mendoakan agar PFI semakin maju dan sukses ke depannya.( SB/01/DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.