Terbukti Lakukan Korupsi, Dua ASN,Corety Dan Rozy Dihukum 1 Tahun Penjara Di PN M

 

Sentralberita| Medan~Dua Aparatur Sipil Negara (ASN), Correty Sinaga dan Khairri Rozzi Nasution kompak divonis oleh majelis hakim masing-masing selama 1 tahun penjara. Keduanya dianggap terbukti melakukan pungutan liar (pungli) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM PPTSP) Provsu.

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara masing-masing selama 1 tahun,” tandas majelis hakim yang diketuai oleh Nazar Effriandi di Ruang Cakra VI Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (8/3) malam.

Selain penjara, majelis hakim juga menghukum kedua terdakwa untuk membayar denda masing-masing selama Rp 50 juta. “Dengan ketentuan, jika denda tidak dibayar, maka diganti dengan kurungan penjara selama 1 bulan,” ujar hakim Nazar.

Keduanya dinyatakan terbukti melanggar Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Menyikapi putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eva dan Agustini maupun kedua terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya menyatakan pikir-pikir. Putusan itu lebih rendah dari tuntutan JPU yang menuntut kedua terdakwa masing-masing selama 1 tahun 3 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsidair 2 bulan kurungan.

Diketahui, Tim Saber Pungli Poldasu menciduk Khairri Rozzi Nasution saat berada di kantornya, Jalan KH Wahid Hasyim pada Kamis (31/8) lalu.

Pengungkapan Operasi Tangkap Tangan (OTT) ini berawal dari adanya informasi seseorang yang menyebut ada oknum ASN di DPM PPTSP meminta pembayaran terhadap pengurusan izin air bawah tanah kepada pemohon yaitu PT Bilah Plantindo dan PT Pangkatan Indonesia.

Selanjutnya, petugas bergerak dan melakukan OTT terhadap Khairri Rozzi Nasution warga Jalan Namorambe II, No 148, Lk VIII, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, ketika melakukan pungli terhadap korban, Yudy Prasetyo selaku pemohon izin.

Dari tersangka, polisi menyita uang sejumlah Rp 8,5 juta serta 8 eksemplar dokumen pengusulan izin air bawah tanah PT Bilah Plantindo dan PT Pangkatan Indonesia. Tak lama, petugas juga mengamankan Correty Sinaga selaku Kabid Pelayanan dan Perizinan Infrastruktur, Ekonomi dan Sosial di DPM PPTSP Provsu. ( SB/FS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.