Menyedihkan, Bapak dan Anak Tenggelam di Asahan

Masyarakat berbondong-bondong menyeksikan tengge;lamnya bapak dan anak

Sentralberita| Asahan~ Masyarakat menilai kurang tanggapnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan dalam merespon laporan yang disampaikan, membuat dua orang yang terdiri dari bapak serta anaknya tenggelam di sungai Silau atau persisnya di kawasan beting gang pantai Kelurahan Sendang Sari Kecamatan Kota Kisaran Barat, Jumat (16/2) sekitar pukul 14.00 WIB.

Informasi dihimpun dilapangan, berselang beberapa menit setelah Muhardi (40) dan anaknya Embrik Eko Saputra (10) warga desa Sidomulyo Kecamatan Pulau Banding dinyatakan tenggelam oleh saksi mata Surya Darma yang sempat berusaha menolong, masyarakat langsung melaporkan ke pihak kantor BPBD Asahan yang berjarak sekitar 1 Km, namun disayangkan hingga pukul 17.00 WIB pihak yang diharapkan dapat memberikan pertolongan tidak kunjung tiba.

“Saya sudah melaporkan kepihak BPBD, bukan memberikan respon positif, salah seorang petugas malah menanyakan identitas korban yang tenggelam,” ujar pria yang mengaku bernama Herman saat ditemui di lokasi kejadian.

Kita paham dengan kewenangannya, namun mereka seharusnya tanggap sebagai badan penanggulangan bencana yang seharusnya memberikan kepercayaan masyarakat sebab mereka itu digaji oleh pemerintah untuk hal itu, tegasnya.Kekecewaan itu juga diutarakan Kapolsek Kota Kisaran Iptu Rianto yang terjun ke lokasi kejadian, disayangkan sikap tanggap BPBD yang jarak kantor dengan lokasi kejadian sekitar 1 Km namun tidak kunjung tiba, ” kita juga paham, namun semestinya mereka cepat tanggap sehingga bisa memberikan rasa kepercayaan kepada masyarakat,” ujar Iptu Rianto.

Sementara Kaban BPBD Asahan Syarifuddin Harahap saat dihubungi berkali – kali mengatakan jika anak buahnya sudah terjun ke lokasi kejadian, ” sudah saya terjunkan, namun sebenarnya itu tugas Basarnas,” tegasnya dari ujung selulernya. (SB/A1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.