Erupsi Sinabung Tinggalkan Trauma Bagi Murid SD 046417, Kini Tidak Trauma Lagi

Sentralberita| Karo~Tanta Sembiring, Ibnu Tarigan, Erianda dan Niki Ginting adalah beberapa murid yang trauma. Mereka masih mengingat erupsi yang mengharuskan keempatnya dan puluhan murid lainnya meninggalkan gedung sekolah. ” Kamila murid- murid nya lari- lari itu pak. Kami lari ke kampung sebelah,”terang Niki di dalam kelas.

Niki menceritakan saat itu mereka sedang belajar. Tiba-tiba ada terikan erupsi. Mereka langsung keluar kelas. Berlari ke jalan. Karena orangtua dan warga sudah di jalanan. Mereka langsung lari sambil menangis. ” kami lomba lari ke kampung Ndeskati yang ada di sebelah sana,” kenangnya yang diamini teman-temannya.

Senada dengan Niki. Temannya bernama Ibnu juga menambahkan mereka sangat takut dengan erupsi Sinabung. Apalagi bapak dan ibu guru sudah berlari. Dia dan teman-temannya memilih meninggalkan sekolah. ” kami teriak-teriak dan menangis,” tutur murid kelas 6 itu.

Namun, murid kelas 5 lainnya bernama Tanta sembiring kelas lima.
Tidak bisa menahan air matanya. Waktu itu, aku nampak gunungnya berasap pak. Aku lari saja. Kutinggalkan temanku. Aku takut sekali,” tuturnya sembari mengusap air mata.

Ditanya apakah Tanta masih takut. Dia mengatakan tidak takut lagi karena gunungnya tidak marah lagi. Dia juga akan belajar dengan baik. ” gunungnya sudah baik pak,” serunya kembali mengusap air matanya. (SB/AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.