Alamak..!!Kasus Perkosaan Driver Online Terhadap Wisatawan Asal Turki Disidangkan

Ilustrasi persidangan

Sentralberita| Jakarta~Kasus percobaan pemerkosaan yang dilakukan driver ojek online, Edison Lumban Batu (23) terhadap wisatawan asal Turki, Nurgul Bulat mulai disidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gusti Ngurah Wirayoga mendakwa Edison Lumban melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, dengan memaksa seorang wanita untuk melakukan persetubuhan.

“Terdakwa Edison Lumban dengan kekerasan atau ancaman melakuka persetubuhan di luar perkawinan dan didakwa Pasal 285 KUHP jo Pasal 53 Ayat 1 KUHP dan Pasal 351 Ayat 1 KUHP,” kata JPU di hadapan Ketua Majelis Hakim I.A Nyoman Adnya Dewi, Rabu (7/2).

Dalam persidangan terungkap, terdakwa yang sebagai driver ojek Grab memperkosa korban di semak-semak, Jalan Tegal Wangi, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, 13 November 2017, Pukul 21.00 Wita karena melihat korban memakai pakaian seksi.

Sebelum terjadi pencabulan, korban memesan ojek secara online melalui telepon selulernya pada Pukul 16.30 Wita dengan tujuan menuju Restoran Bali Budha, di mana saat itu datanglah terdakwa yang mengendarai motor Honda Vario putih dengan Nomor Polisi DK 3992 OQ mengantar korban menuju restoran itu.

Setelah tiba di tempat dituju, korban membayar sejumlah uang jasa ojek kepada terdakwa. Setelah melakukan aktivitas di restoran itu, korban kembali memesan ojek online dan datanglah terdakwa yang menjemput korban.

Korban yang sempat terkejut karena yang menjemputnya adalah tukang ojek yang mengantarnya tadi. Namun, tanpa ada rasa curiga, korban naik ke motor terdakwa dengan tujuan ke indekos korban di Jalan Nuana Sari Nomor 88X, Jimbaran, Kuta Selatan.

Pristiwa tidak terpuji itu terjadi, ketika saat di perjalanan menuju indekos korban, terdakwa membalikkan arah motornya ke jalan yang tidak sesui dengan rute yang dituju. Korban curiga dan mengingatkan terdakwa bahwa jalan yang dilakuinya bukan menuju indekos.

Namun terdakwa meyakinkan korban bahwa jalan yang dilaluinya itu merupakan jalan pintas. Namun, tiba-tiba terdakwa menghentikan motornya di sebuah semak-semak yang sepi dan memaksa korban untuk turun. Kemudian terjadilah aksi pemerkosaan terhadap korban.

Karena dipaksa melakukan nafsu bejat terdakwa itu, korban melakukan perlawanan. Namun terdakwa justru mencekik leher korban dan korban berusaha melepaskan. Namun terdakwa kembali memukul dahi korban dengan batu beberapa kali dan menjambak korban.

Tidak berhasil melakukan aksi bejatnya tersebut, terdakwa justru kabur meninggalkan korban yang saat itu bersimbah darah tanpa mengenakan celana. Korban kemudian terbangun dan kabur menuju keramaian dan meminta tolong kepada seseorang.

Saat itu, korban dibantu dua pria bernama Petrus Pati dan Yosep Katoda dan diberikan sarung untuk menutup bagian tubuh. Korban kemudian diantar ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka-luka yang dialaminya akibat kekerasan itu. (SB/mc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.