Daniel Pinem : Pengerjaan Drainase di Medan Tuntungan Amburadul

Sentralberita|Medan~Anggota DPRD Medan Drs Daniel Pinem tinjau pengerjaan proyek drainase yang tidak tuntas tanpa pembuangan di Jl  Sakura III lingk I belakang komplek Asrama Polri Kel Tanjung Selamat Kec Medan Tuntungan, baru baru ini. Saluran drainase tertutup oleh tembok/pagar salah satu perumahan. Akibatnya, pemukiman warga tergenang air.
Melihat kinerja Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan yang amburadul, Daniel Pinem sangat menyayangkan serta mengingatkan agar Dinas PU untuk dapat melanjutkan pengerjaan dengan tuntas. Sehingga, perbaikan drainase tidak siasia dapat berfungsi dengan bemar. “Dinas PU tidak sekedar menggali parit, tetapi drainase harus berfungsi sebagai  saluran pembuangan air parit, ” tegas politisi PDIP ini.
Sebagaimana dalam temuan saat peninjauan yang dilakukan Daniel,  pengerjaan drainase tidak memperhatikan alur pembuangan. Sedangkan pengerjaan dilakukan hanya sampai pertengahan kawasan Jalan Sakura I tidak diteruskan hingga ke Jalan Bunga Sakura Raya sebagai jalur parit besar.
Akibat hal ini bila hujan turun air akan mengenangi kawasan Jalan Sakura I dan sekitarnya hingga mengenangi halaman rumah anggota DPRD Medan, Daniel Pinem yang tinggal dikawasan itu.  “Pembangunan drainase ini tidak ada gunanya jika tidak diteruskan ke jalan besar. Dana perbaikan drainase dengan miliaran rupiah dibuang begitu saja, belum lagi alur airnya tidak diketahui.Jadi kalau hujan disini ( Jalan Sakura I,red) kami jadi kebanjiran,” keluh Antan yang ikut saat peninjauan.
Sebelumnya, warga juga sudah menyampaikan keluhan nya kepada Daniel Pinem. Warga berharap agar anggota Dewan dapat memfasilitasi keluhan warga ke Pemko Medan. Saat itu juga Daniel mengatakan tasu kecewa terhadap kinerja PU. “Bukan kita tidak menerima pembangunan, tapi proses pengerjaan yang dilakukan kontraktornya harusnya rampung dan menyelesaikan masalah.Ini dikerjakan pembangunan drainase, tapi mentoknya diseberang rumah saya pula tidak dilanjutkan ,” kesalnya Daniel.
Politisi PDI Perjuang itu,berharap agar Pemko Medan dalam hal ini Dinas PU dapat segera membenahi pembangunan drainase hingga membuka akses pembuangan air dengan merubuhkan tembok bangunan komples pribadi. “ Kita desak benahi seluruhnya  termasuk kesedian Pemko Medan membebaskan persil tanah kosong yang selama bertahun-tahun dijadikan sebagai jalur jalanya air hingga merubuhkan tembok perumahan agar kawasan ini tidak tergenang,” tegasnya. (SB/Lam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.