Terkait Dugaan Kandungan Narkoba Dalam Kuliner, Ini Kata Anggota DPRD Medan

Sentralberita| Medan~Sejumlah Anggota DPRD Medan meminta Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) segera meninjau ke lapangan untuk memastikan produk makanan yang dikonsumsi masyarakat aman dan terhindar dari narkoba.

Hal itu ditegaskan anggota DPRD Medan, diantaranya Drs Godfried Effendy Lubis MM, Hasyim SE dan H Asmui Lubis Spdi, Senin (6/11/2017) di gedung dewan, terkait temuan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut adanya kandungan narkoba jenis ganja dalam kuliner yang jadi buruan masyarakat Medan.

Godfried mengatakan BBPOM harus melakukan pengawasan secara rutin di Sumut, khususnya di Medan. Pihak BBPOM harus mengambil sampel ke lapangan dan mengujinya di laboratorium terkait kandungan makanan yang ada di pasaran. “Karena dikhawatirkan ada makanan yang tidak sehat dikonsumsi. Apalagi seperti temuan BNN Sumut terkait makanan dicampur narkoba,”ujar politisi Gerindra ini.

Dia menambahkan, seluruh produk makanan yang dikemas selayaknya memiliki sertifikat halal dan mencantumkan label BBPOM. Selain itu, produk yang berasal dari luar negeri harus mencantumkan bahasa Indonesia, agar masyarakat aman dan nyaman karena mengetahui jelas komposisi yang terkandung di produk tersebut.

“Masa kadaluarsanya juga harus jelas dan minimal 3 bulan sekali BBPOM mengambil sampel ke lapangan dan memeriksa kandungannya. Setelah itu hasil uji laboratorium dipublikasikan melalui media kalau ada makanan yang mengandung zat yang tidak baik dikonsumsi masyarakat,”ujar Godfried seraya meminta BBPOM segera menindaklanjuti adanya temuan narkoba di produk makanan.

Senada juga diungkapkan Hasyim. Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini mengharapkan pihak BBPOM segera menyikapi temuan BNN.
“Temuan itu sangat membahayakan kesehatan masyarakat, apalagi saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan pemberantasan narkoba. BBPOM harus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar untuk mengambil sampel makanan dan memeriksa di laboratorium,” kata Hasyim.

Dia mengharapkan seluruh elemen masyarakat saling bergandengan tangan memberantas narkoba.

“Sudah banyak generasi hancur karena narkoba. Jadi kalau ada kuliner yang menggunakan narkoba dalam campuran rempah-rempahnya hal itu sudah sangat kelewatan. Jangan memikirkan keuntungan saja dengan mengorbankan orang lain,” ujar Ketua DPC PDIP Medan ini seraya mengatakan kalau memang tenaga untuk melakukan pengawasan masih kurang, lebih baik diusulkan agar ditambah.

Begitu juga dikatakan Asmui. Menurut politisi PKS ini, tak hanya BBPOM melakukan pengawasan, namun pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Medan juga turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang beredar di masyarakat.

“Adanya kuliner yang mengandung narkoba di Medan harusnya menjadi pantauan pihak dinkes juga selain BBPOM. Ini tanggung jawab bersama, jika ada kelalaian masyarakatlah yang menjadi korban. Karena itu harus rutin dicek produk makanan maupun minuman,”imbuhnya (SB/husni l)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.