Woo..!Kredit Leasing Belum Lunas, Mobil Jadi Milik Leasing

 

ilustrasi (net)

Sentralberita| Medan~ Kepala Cabang PT Mitsui Leasing Medan Budi Utomo mengatakan, bila kredit leasing mobil belum dilunasi oleh Erikson Hutagaol, ayah saksi pelapor, maka berdasarkan UU Fidusia, mobil tersebut adalah milik leasing.

Hal itu ia katakan ketika dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus dugaan penggelapan mobil leasing atas terdakwa Alex Hutabarat di ruang Kartika, gedung Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (4/7).

“Berdasarkan UU Fidusia, selama belum dilunasi, mobil itu milik leasing,” jelasnya.

Utomo mengatakan bahwa mobil jenis Land Cruiser Prado Nopol BK 1048 Z0 milik Raisa Hutagaol telah dileasingkan ayahnya Erikson Hutagaol ke PT Mitsui Leasing seharga Rp 400 juta pada 2013 silam dengan rincian pembayaran kredit perbulan sebesar Rp 16 juta.

“Mobil itu dileasingkan dengan jaminan BPKP mobil itu atas nama anaknya bernama Raisa Hutagaol,” jelasnya dihadapan majelis hakim yang diketuai Janverson Sinaga.

Namun pembayaran kredit hanya berlangsung tak sampai setahun. Pembayaran dimulai Maret 2013 dan terakhir dibayar pada Mei 2014.

“Ada 21 bulan ia menunggak pembayaran,” terangnya. Karena nunggak, pihaknya lalu mengeluarkan surat teguran sebanyak dua kali. Namun tak ditanggapi. Atas itu, lanjutnya, ia memerintahkan karyawannya bersama pihak kepolisian untuk segera menarik mobil tersebut.

Dalam keterangan saksi Irvansyah yang tak lain adalah karyawan Budi Utomo, ia mengaku mendapat perintah dari kantor untuk menarik mobil bersama pihak kepolisian. Setelah diketahui mobil tersebut ada pada terdakwa Alex, lalu mereka menemui Alex di kantornya di Jalan Dewa Rucci, Medan.

“Saat kami ambil mobilnya, saudara Alex tidak melawan dan memberikan mobil itu untuk kami bawa ke kantor kami,” jelasnya. Saat ditanya saksi tahu tidak apa permasalahan terhadap terdakwa. Saksi sebelumnya tak mengetahui kasus tersebut. Namun setelah diperiksa dikepolisian, disitu saksi baru tahu.

Sementara saat JPU menghadirkan saksi perbalisan dari pihak kepolisian yakni Penyidik Poldasu bernama Jacky Marpaung alias Alexi, Tim kuasa hukum Alex Hutabarat, terjadi perdebatan diruang sidang.

Ketua Tim Hotma Sitompul malah mengancam akan melaporkan saksi ke Divisi Propam pada Mabes Polri lantaran menilai beberapa oknum penyidik telah mengkopi paste beberapa keterangan para saksi ketika diperiksa di Poldasu.

“Ini akan saya laporkan ke Divisi Propam. Penyidik kami duga hanya mengkopi paste beberapa keterangan saksi yang satu dengan yang lain. Bagaimana proses hukum di negeri ini kalau penyidiknya juga bekerja tidak profesional,” ucap Hotma.

Kehadiran saksi untuk dikonfrontir keterangannya ketika membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sejumlah saksi dalam kasus ini. Pengacara kondang asal Jakarta itu lalu bertanya kepada saksi, apa unsur-unsur pidana dalam kasus penggelapan atas kliennya itu.

Namun saksi menolak berkomentar.”Saya tidak mau menjawab,” jawabnya. Spontan Hotma semakin berang. Ia menyebut, seharusnya sebagai penyidik, saksi harus mau menjawab karena jawaban saksi diperlukan dipersidangan.

Banyak memberi komentar tidak mau manjawab pertanyaan kuasa hukum. Saksi lagi-lagi kritik tim kuasa hukum terdakwa.

“Ini sebenarnya perkara apa?,” tanya Hotma. Saksi Jack mengatakan kasus tersebut adalah kasus penggelapan. Namun ada juga unsur pemerasannya. “Apa saja unsurnya?,” tanya Hotma kembali. Lagi-lagi saksi hanya mengatakan, “Saya tidak mau menjawab,” katanya.

Melihat perdebatan tersebut, lalu Hakim Janverson mengambil alih pertanyaan dan mengatakan, “Itu hak saudara untuk tidak memberi komentar tetapi akan dicatat oleh panitera bahwa anda tidak mau berkomentar,” ucap hakim. Usai mendengar keterangan para saksi, lalu majelis hakim menunda sidang pada agenda sidang selanjutnya.(SB/lin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.