Bertahun-Tahun Arsanah Tinggal di Gubuk Tak Layak Huni

Sentralberita| Medan~Bertahun-tahun tinggal sendiri di ujung Jalan Kampung Sentosa Barat Lingkungan 20 Kelurahan Belawan Sicanang, jalan kaki berkilo meter untuk bisa belanja dan kerap dikepung air pasang, membuat Arsanah (43) , janda tanpa anak ini diselimuti rasa pesimis.

Tingkat ekonomi yang sangat buruk, membuat pemburu lokan dengan penghasilan hanya Rp 120 ribu perbulan ini, hanya berharap mukjizat Tuhan atas nasibnya.

“Tiba-tiba datang bapak-bapak tentara, ramai datang ke rumah ini, bilang bahwa jalan ini mau dibangun dan akan tembus ke Marelan. Mereka minta izin, bahkan bapak-bapak itu juga janji akan membantu betulin rumah saya ini. Rasanya, mukjizat datang ke pangkuan saya,” tutur Arsanah dengan air mata berlinang.

Sudah 8 tahun Arsanah tinggal sendiri di rumah berukuran 3 kali 6 berdinding papan dan beratap seng. Semua atap sengnya sudah rusak, dapurnya hancur dan untuk menutup dinding bagian atas yang sering diterpa air hujan, Arsanah menutupnya dengan spanduk-spanduk dan kertas koran.

“Kalau hujan lebat, angin kencang, pindahlah saya ke sini karena masuk air dimana-mana. Sampai pagi tu payah saya tidur, takut rumahnya ambruk diterjang angin, saya saya bezikir sepanjang malam,” ujar Arsanah sambil menunjukkan sudut rumah tempat dia bisa berteduh saat hujan deras.

Arsanah adalah satu dari ribuan warga yang merasa sangat beruntung dengan kehadiran program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Kodim 0201/BS di kawasan Secanang Belawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.