Pertuni Sumut Gelar Pengajian Membaca Al-Qur’an dengan Huruf Braille

 

para tunatera ini membaca al-qur’an (Foto-SB/AR)

Sentralberita| Medan~Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Sumut menggelar pengajian membaca alquran dengan huruf braille bagi tunanetra. Pengajian ini rutin dilaksanakan setiap pekan di kantor Pertuni sumatera Kegiatan tadarus yang dilaksanakan ini masih luput dari perhatian pemeritah sehingga peserta tadarus dibatasi.

Keterbatasan dalam melihat tak menjadi halangan bagi para tunanetra ini untuk belajar membaca alquran braille. Setiap kamis mereka menghadiri pengajian membaca alquran yang diselenggarakan Jalan Sampul Medan, kecamatan Medan Petisah. engajian rutin ini sudah berlangsung selama sekitar sepuluh tahundan   tak sedikit alumninya yang sudah mahir membaca alquran braille.

Pada periode ini, pengajian membaca alquran braille  dibagi menjadi 3 kelompok, kelompok perempuan, laki-laki dan pemula. Semua peserta yang mengikuti tadarus ini terlihat bersemangat meskipun memiliki keterbatasan dalam penglihatan,  namun al quran dengan huruf braille sangat membantu mereka dalam membaca al-quran.

Saat ini ada sekitar 60 orang yang mengikuti pengajian, mereka berasal dari sejumlah daerah di kota Medan dan sekitarnya,  ongkos transportasi menjadi kendala bagi para peserta tadarusan ini,  karena jarak yang tidak dekat kerap menjadi kendala bagi mereka.

Saat ini, tiap perserta pengajian mendapatkan bantuan ongkos transportasi dari panitia sebesar 20 ribu rupiah tiap kali pertemuan,  dana tersebut didapatkan panitia dari donasi lembaga atau perorangan yang peduli terhadap majelis pengajian alquran braille ini.

Wakil ketua Pertuni Sumut, Saiful Bakti Daulay mengatakan,  Kamis  (1/6/2017) sebenarnya banyak peminat yang ingin ikut belajar membaca al quran braille ini, tapi karena keterbatasan dana transportasi bagi peserta tadarus maka dari itu tadarus bagi tunanetra dengan menggunakan huruf braille ini dibatasi hanya 20 orang pergelombang dan saat ini sudah ada donatur yang membantu pelaksanaan tadarus bagi para penyandang tunanetra.

Sementara itu,  Ernita salah seorang peserta tadarus mengatakan, kegiatan tadarus sudah lama sekitar kurang lebih 9 tahun dan banyak manfaat nya dalam memahami bacaan-bacaan al quran/ bukan hanya disini, namun dirumah juga al-quran dibaca kembali agar dapat memperlancar bacaan al-quran dan dirinya berharap al-quran dapat menjadi petunjuk hidup karena al-quran adalah imam bagi umat muslim. (SB/AR)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.