Guru SLB Minta Gubsu Revisi Pergub Pemutusan TTP

Sentralberita| Medan~ Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) meminta kepada Gubernur Sumatera merevisi Pergub Nomor 11 tahun 2017 menyangkut pemutusan Tunjangan tambahan Penghasilan (TTP) guru SLB. Padahal sebelumnya, TTP diterima oleh guru SLB semenjak tahun 2009-2016.

“Kami tidak tahu dan tidak ada sosialisasi,” kata, Turino selaku perwakilan guru SLB  dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan anggota komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut di gedung rapat komisi E, Senin (5/6/2017).

Menurut Turino profesi guru SLB merupakan kelangkaan profesi maka tidak layak TPP diputus. “Guru SLB profesi langka. Menurut pergub TPP diberikan kepada profesi langka. Itu hak kami, ” ujarnya.

Dalam RDP tersebut Turino mewakili guru SLB meminta supaya pergub direvisi. Pihaknya memohon kepada dinas pendidikan segera merevisi pergub dan tetap mengikut sertakan guru pendikan khusus sebagai penerima TPP.

Menaggapi hal tersebut, anggota DPRD Sumut, Firman mengatakan, akan melakukan audiensi dengan gubernur Sumut. “Sebaiknya kita audiensi dengan Gubernur Tengku Ery Nuradi,” pungkasnya di hadapan para guru yang menghadiri RDP.

Selain itu, DPRDSU menegaskan, tidak ada mutasi terhadap guru-guru sekolah luar biasa (SLB) yang menuntut supaya direvisi peraturan gubernur (Pergub) Sumatera Utara (Sumut) nomor 11 tahun 2017 menyangkut pemberhentian tunjangan tambahan pendapatan (TTP) guru.

“Tidak ada mutasi pada guru SLB yang menuntut haknya,” kata Firman Sitorus anggota komisi E DPRD Sumut dalam RDP di ruang rapat komisi E tersebut.

Wakil Ketua komisi E DPRD Sumut, Sri Kumala menskorsing RDP sebab tidak dihadiri oleh pihak dinas pendidikan. Sri mengaku telah menghubungi kepala dinas. “Kami sudah coba hubungi, kata kepala dinas sudah mengirim utusan tapi sampai sekarang belum sampai,” ucapnya.

Menimpali hal tersebut komisi E akan mengatur jadwal ulang RDP. “Kita akan segera atur waktu RDP,” pungkasnya. (SB/01)