Seminar Personality Conseling, Begini Peran Sosmed bagi Remaja

Sentralberita| Medan~ Saat sekarang ini Media Sosial atau yang lebih dikenal dengan dunia Sosmed adalah menjadi ‘makanan’ sehari-hari bukan saja buat remaja tapi juga anak-anak dan orang tua juga bisa ambil peran di dunia maya, begitu orang menyebutnya. Apa sisi positif dan negatif dari dunia sosmed ini mari sama-sama kita simak.

Universitas Potensi Utama mengadakan Education Festival 2017 Seminars Personality Conseling dengan thema “Remaja Undercover” yang diadakan selama dua hari yakni 28 – 29 April 2017 di Universitas Potensi Utama  Jl K.L. Yos Sudarso Km 6,5 Tanjung Mulia Medan.

Salah seorang pembicara dalam seminar yang diadakan Sabtu, 29 April itu yakni seorang Dosen Fakultas Psikologi, Zuraidah, M. Psi. Dalam paparannya, Zuraidah menjelaskan pada para peserta seminar yang datang dari kalangan siswa siswi sekolah Kejuruan yang ada di Medan, bahwa media sosial itu adalah media online yang dipergunakan dalam kehidupan kita sehari-hari.

“ Tidak bisa dipungkiri bahwa media sosial telah mengambil peran penting dalam segala aktivitas kehidupan manusia. Penyebaran informasinya yang terjadi kalangan remaja saat ini begitu cepatnya,” kata Zuraidah memulai pembicaraannya.

Menurut Zuraidah, untuk menangkal peran media sosial itu dibutuhkan kata bijak untuk menggunakannya. “ mempergunakan media sosial itu harus sesuai dengan kebutuhan bukan keinginan. Kebutuhan merupakan salah satu dari  aspek psikologis setiap manusia yang menggerakan dalammelakukan berbagai aktivitas yang dilakukan demi mendapatkan kesejahteraan. Namun, keinginan merupakan tambahan atas pemenuhan kebutuhan sesuai yang diharapkan,” ujar wanita yang berkaca mata ini.

Untuk itu, kata Zuraidah, kita harus mengetahui dampak positif dan negatif dalam penggunaan media sosial itu. “ dampak positifnya yakni sebagai sarana informasi, komunikas, tuntutan kurikulum, berbagi  curhat), bisnis dan kemudahan bertransaksi,” ulas Zuraidah lagi.

Sedangkan dampak negatif penggunaan media sosial ini yakni ketergantungan atau kecanduan jejaring social , pornografi, kekerasan seksual, kesehatan menurun, waktu yang sangat berharga jadi sia-sia, mengetahui  hal yang berdampak negatif dari pikiran, agama dilalaikan dan pemborosan,” papar Zuraidah panjang lebar.

Maka untuk menangkal itu semua apa yang harus kita lakukan ?. “ Kita harus meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, merubah pola pikir terhadap media sosial dan berpikirlah positif, menggunakan media sosial sesuai kebutuhan bukan keinginan, mengelola dan membatasi waktu serta meluangkan waktu lebih banyak belajar,” ungkap  Zuraidah dengan bijak.

Kesimpulan untuk ini, wanita berparas manis ini memaparkan bahwa orang pintar dan bijak itu dapat menempatkan media sosial untuk mempermudah hidupnya, namun apabila seseorang tidak bisa menempatkan media sosial dengan baik,” maka sia-sialah pekerjaan yang dilakukannya selama ini,” tutup Zuraidah sambil tersenyum. (SB/DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.