Ini Perempuan Organizer, “Pagelaran Wanita Kreatifitas perempuan” Menuju Generasi Muda Mandiri

 

Perempuan ornizer gelar kegiatan “Kreatifitas perempuan (Foto/SB/DS)

Sentralberita| Medan~ Perempuan Organizer adalah sebuah kelompok yang dibentuk oleh 4 orang perempuan diantaranya  Adhe Raihan, Tety Situngkir  dan Yunita Siregar. Dari latar belakang masing-masing mereka membentuk Perempuan Organizer untuk mewujudkan peran perempuan dalam pembentukan generasi muda yang mandiri, inovatif dan aktif berkarya dalam keluarga dan masyarakat.

Untuk kegiatan perdana Perempuan Organizer ini adalah pagelaran Wanita “ Kreatifitas Perempuan ” yang  diadakan selama seminggu sejak 17 – 23 April 2017 di Main Atrium Mall Centre Point.

Tujuan dari Perempuan Organizer membuat acara ini yakni agar perempuan Sumut dapat lebih memahami makna dan peringatan Hari Kartini, menjadi ajang apresiasi dan kreasi perempuan Sumut di bidangnya masing-masing. “ Menginspirasi kaum perempuan Sumut khususnya untuk berkarya serta agar perempuan-perempuan di Sumut semakin mendalami dan mencintai budayanya,” kata Tety Situngkir,  salah satu Perempuan Organizer ini.

Agenda utama, kata Teti, selama kegiatan adalaah Perempuan Award yaitu penghargaan yang akan diberikan bagi perempuan Sumut yang  berkarya dan melakukan sesuatu untuk  lingkungan sekitarnya. “ Perempuan Award kali ini didukung oleh Columbia Asia Hospital, Oriskin dan Diva,” ujar  Teti lagi.

Ada pun konsep yang dihadirkan berupa Pameran Fashion, Pendidikan, Kecantikan dan Kuliner. “ Kami juga akan mengadakan rangkaian perlombaan seperti  Lomba Kebaya Nasional, Lomba Photography, Lomba Melukis Payung ( anak SD), Lomba  Fashion Daur Ulang ( SMK/Universitas/Umum dan perusahaan).”

Untuk pertama kalinya di Medan acara ini melibatkan beberapa Consulate General India, Consulate General Jepang dan Alliance Francaise yang bertujuan untuk saling  berbagi kebudayaan seperti seni tari, seni lukisan, pengenalan pakaian adat, bahasa dan kuliner. “ Acara ini diharapkan agar masyarakat Medan lebih mengenal budaya Indonesia ( etnic Sumut khususnya) dan budaya International.”

Tenant yang dilibatkan dalam acara ini dari berbagai bidang bisnis seperti tenun, batik, ulos, travel, kecantikan dan kuliner. ” Acara ini juga didukung Komunitas dan Media Online Partner, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia – Sumut, Info Medan Seminar dan 88 FeMale Radio,” cetus Tetty.

Perempuan Organizer ini berharap semoga makna Kartini di tahun ini dan juga tahun-tahun yang akan datang bukan hanya sekedar memperingati dengan kegiatan-kegiatan saja tapi  juga bisa muncul Kartini-Kartini baru yang melegenda seperti Ibu Kita Kartini,” jelas perempuan Batak ini.

Mengutip sebuah renungan, suatu bangsa itu akan maju tergantung pada kualitas perempuannya. Dan, dibalik suksesnya sebuah keluarga biasanya ada seorang perempuan yang kuat dan tabah memikul beban sebagai seorang istri, seorang ibu, seorang karyawati dan seorang anggota masyarakat yang baik, berkarya dan berkpribadian. (SB/DS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.