DPRD Medan Harapkan Rumah Pintar Pemilu Mampu Tingkatkan Antusias Masyarakat

Ketua Komisi A DPRD Medan Sabar Sitepu  menyebutkan, konsep rumah pintar pemilu yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan diharapkan mampu meningkatkan antusias masyarakat Kota Medan terhadap pemilu, dan mampu mendidik masyarakat luas sehingga ada informasi dan edukasi yang mendidik pemilih nantinya.

“Banyaknya carut marut yang sering terjadi di pemilukarena sistem yang bobrok. kebobrokan sistem sudah terjadi sejak penentuan undang-undang mengenai pemilihan, dimana terjadi tumpang tindih, yang akibatnya terjadi ketimpangan dalam beberapa tahapan. Harus ada perubahan sistem yang dilakukan untuk benar-benar bisa merubah sistem pemilu menjadi lebih baik sehingga berdampak baik bagi semuanya”, ujar Sabar Sitepu didampingi Sekretaris Komisi A Waginto, Herri Zulkarnaen dan Rajuddin Sagala .di sela-sela kunjungan Komisi A DPRD Medan ke KPU Medan, Selasa (04/04) .

 Hal senada diucapkan anggota Komisi A Herri Zulkarnaen. Dikatakannya, KPU Medan diharapkan mampu mengajak seluruh masyarakat Kota Medan, untuk berpartisipasi dan ikut andil dalam pesta demokrasi nantinya. Sebab, banyak masyarakat kurang berminat untuk datang dan berpartisipasi dalam pemilihan calon kepala daerah (pilkada) dan juga pemilihan legislative (pileg),

 Dikatakan Herri,  rendahnya minat masyarakat terhadap pemilu menjadi dampak yang luar biasa. Kota Medan adalah kota yang terendah minatnya terhadap pemilu. “Untuk itu kedepannya, KPU Medan diharapkan mampu meningkatkan partisipasi pemilu, dan melakukan upaya kebersamaan hingga minat masayarakat Kota Medan terhadap pemilu meningkat”, ujarnya.

 Disebutkannya, DPRD Medan dalam setahun ada tiga kali melakukan reses ke dapilnya masing-masing. Untuk itu, bila KPU Medan berkenan untuk hadir dalam reses sekalian bersosialiasasi kepada masyarakat tentang pemilu, agar program-program rumah pintar KPU Kota Medan dapat berjalan kepada masyarakat luas.

 Masalah yang terjadi pada masyarakat kita dikarenakan menipisnya kepercayaan masyarakat terhadap pemimpinnya. Seperti pemilihan walikota Medan yang hanya mencapai 25,3 persen masyarakat memilih. “Untuk itu, KPU Medan harus mengevaluasi Kota Medan agar antusias masyarakat Kota Medan kembali seperti dulu lagi”, kata Waginto.

Menanggapi pernyataan dewan, Ketua KPU Kota Medan Yenny Chairiah Rambe, SH mengatakan, saat ini pihaknya terus berupaya melakukan pembenahan. Salah satunya program rumah pintar pemilu dengan sasaran masyarakat umum dan seluruh segmen yang terdapat dalam masyarakat, untuk meningkatkan partisipasi, literasi politik dan peningkatan kerelawanan, jelasnya.

“KPU Medan juga membuat program-program kunjungan dengan cara mendatangkan kelompok masyarakat, komunitas, LSM, OMS atau civil society yang mencerminkan segmen pemilih yakni segmen perempuan, marginal/pinggiran, keagamaan, disabilats, pemula dan pra pemilih. Seluruh program tersebut dilaksanakan secara berkesinambungan dengan intensitas terukur”, terang Yenni Chariah didampingi Agussyah R Damanik, SH Divisi Hukum, Herdensi S.Sos Divisi Logistik dan SDM.

Dikatakannya, kecurangan dalam perolehan suara pada pemilu mungkin saja terjadi bila masalah penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) masih carut marut. Dimana data-data yang diterima KPU Medan tidak akurat. Dengan potensi kecurangan tersebut, menurut dia, yang paling dirugikan partai politik (parpol) yang benar-benar menjunjung asas demokrasi jujur dan adil, pada pelaksanaan pesta demokrasi. “Saya berharap kedepannya carut marut tidak terjadi lagi dan DPT yang diterima bisa akurat”, ujarnya (SB/01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.