Disiplin Anggota DPRD Medan Sangat Buruk, Kantor Bernilai Rp 90 M Hanya Memiliki Agenda 2 hari Se-Pekan

Sepi dewan yang hadir ketika rapat-rapat (SB/01)

Sentralberita| Medan~ Siapa sangka 50 anggota DPRD Medan yang berkantor di gedungmegah berlantai 8 ini hanya memiliki agenda 2 hari dalam sepekan yakni Senin dan Selasa. Sedangkan Rabu s/d Jumat, ke 50 wakil rakyat tersebut kerap melakukan kunjungan kerja (kunker) ke luar kota. Tak heran kantor bernilai Rp 90 M ini lengang seakan tak bertuan. Fakta ini menurut pengamatan wartawan sudah berlangsung sejak tahun lalu hingga saat ini.  

 
Parahnya, agenda yang terjadwal pada Senin dan Selasa seperti rapat paripurna, rapat komisi maupun rapat pansus kerap berjalan molor. Bahkan acara rapat selalu minim dihadiri anggota dewan. Tentu saja, setiap agenda berjalan tidak maksimal.
 
Seperti halnya, rapat perdana pansus ranperda tentang izin pelayanan dan ketenagakerjaan, Senin (30/1/2017) lalu. Rapat yang dijadwalkan pukul 10 wib molor hingga pkl 11.30 wib. Sedangkan jumlah anggota dewan yang tergabung di pansus sebanbyak 23 orang. Namun, saat rapat hanya dihadiri 7 orang yakni Bahrumsyah (ketua pansus), Surianto, Maruli Tua Tarigan, Andi Lumbangaol, Jumadi, T Eswin dan M Nasir.
 
Celakanya lagi, baru saja menggelar rapat perdana, pansus tersebut terus melakukan kunker ke Jakarta pada Selasa (31/1) s/d Sabtu (4/2). Agendanya hanya  konsultasi ke Menteri Tenaga kerja.
 
Sama halnya dengan ranperda Bank Sumut, pada Selasa (31/1) s/d Sabtu (4/1) melakukan kunker ke Jakarta. Menurut Ketua pansus Bank Sumut Boydo HK Panjaitan, kunker mereka untuk finalisasi.   
 
Terkait minimnya kehadiran anggota dewan saat mengikuti rapat pansus, Senin (30/1),  Ketua pansus Izin Dinsosnaker HT Bahrumsyah usai rapat mengaku sangat menyayangkan minimnya ketidakhadiran anggota pansus. Pada hal kata Bahrumsyah undangan sudah disampaikan melalui Fraksi masing masing dan diinformasikan lewat pesan singkat.
 
Diakui Bahrumsyah, akibat minimnya kehadiran anggota dewan yang tergabung di pansus dipastikan akan mempengaruhi tidak maksimalnya pembahasan ranperda. “Kita harapkan pimpinan dewan dapat memperhatikan buruknya tingkat disiplin kawan kawan, “urai Bahrumsyah.
 
Sementara itu Sekretaris DPRD Medan Abd Azis kepada wartawan,  ketika dimintai keterangan diruang kerjanya, Rabu (1/2) mengatakan akan mempelajari terlebih dahulu kondisi di DPRD Medan.
 
Menurut Azis yang baru saja menjabat Sekwan DPRD Medan mengaku segala sesuatu itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun Azis sangat berharap masukan dan kerjasama yang baik dari wartawan. (SB/01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.