Anggota DPR RI Fadly Nurzal: Narkoba Cara Biadap Hancurkan Generasi Muda

Fadly Nurzal memberikan ceramah

Sentralberita| Pematang Siantar~Anggota MPR/DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP), H. Fadly Nurzal S.Ag, mensosialisasikan empat konsensus kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika), kepada siswa Madrasah Aliah Negeri (MAN) Kota Pematang Siantar, baru-baru ini.
Hadir pada kegiatan itu, Kepala Sekolah MAN Kota Pematang Siantar Drs. Rizal Pulungan, Wakil Walikota Pematang Siantar Terpilih Hefriansah, Ketua DPC PPP Kota Pemetang Siantar, Ketua DPC PPP Kab Simalungun, Mewakili Kakan Kemenag Drs. Maranaek Hasibuan.
Menurut Fadly Nurzal, perspektif negara dan masyarakat menyikapi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba harus diubah yakni bahwa narkoba adalah bentuk penjajahan dan satu-satunya cara biadap menghancurkan generasi muda.
“Saya meminta seluruh siswa tidak pernah bersentuhan dengan narkoba, selain tidak baik juga bertentangan dengan nilai-nilai pancasila,”jelas Fadly Nurzal yang saat ini juga menjabat Wakil Ketua Umum DPP PPP dan Sekretaris FPPP MPR RI.
Selain bahaya narkoba dan hubungan dengan pancasila, Faly juga memaparkan pengaruh perkembangan zaman terhadap Pancasila. Menurut Fadly, di era digital saat ini, dunia yang begitu luas bisa menjadi kecil. Bahkan, budaya luar sangat mudah masuk di tengah-tengah masyarakat.
“Kalau kita tidak bijak menerima informasi sangat berdampak kepada negara. Coba perhatikan sekarang, budaya asing mulai mengikis budaya kita yang ramah tamah dan sopan santun,” ucapnya.
Oleh karena itu kata Fadly, generasi bangsa harus lebih berani menyampaikan dan mengutarakan gagasan serta pemikiran positif pada sebuah forum. “Di zaman yang serba digital semuanya harus menjadi ferbal. Artinya kita harus berani menyampaikan pikiran secara terbuka. Kalau tidak kita akan tergilas,” sebutnya.
Lebih jauh dikatakan Fadly, masyarakat Indonesia sangat hebat karena memiliki kebhinnekaan. Ada berbagai macam suku di Indonesia dan bersatu bersama.
“Adanya komitmen kebangsaan serta kesepakatan keberagaman suku dan budaya inilah terbentuk Pancasila,” paparnya.
Fadly Nurzal mengatakan pancasila sebagai dasar Negara merupakan modal utama dalam menjaga kebinekaan. Seluruh perilaku dan sikap serta komitmen berbangsa dan bernegara harus mengacu dan mempedomani nilai-nilai Pancasila.
“Jika seluruh bangsa ini mengamalkan nilai-nilai pancasila, saya yakin bangsa ini sudah sejak dulu maju dan sebagaimana negara-negara yang sudah maju,”sebut Fadly.
Memang harus kita akui, lanjut Fadly ada skenario besar yang tidak mau Indonesia maju. Karena jika Indonesia maju, akan mengganggu kepentingan kelompok-kelompok tertentu. Untuk menghambat laju kemajuan bangsa kita, jelas Fadly, rakyat Indonesia harus dijauh dari Pancasila sebaga dasar negara, dan target utamanya adalah generasi muda.
Skenario tersebut, dikemas dalam bentuk ganggua-gangguan, mulai dari gangguan budaya, idiologi, ekonomi, sosial politik dan sebagainya. “Narkoba salah satu gangguan dengan target utama generasi muda. Maka saat ini kasus narkoba sudah masuk ke seluruh kelompok umur dan status social,”ucapnya.
Dibagian beberapa peserta sosialisasi mengungkapkan, bahwa Pancasila harus menjadi style kehidupan seluruh rakyat Indonesia. Jika tidak, pancasila hanya sebagai sebuah dokumen usang. Ibarat rumah, bangunannya adalah Pancasila, aturannya nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Karena itu, orang yang ada di rumah tersebut wajib mengamalkan dan melaksanakan aturan-aturan yang digariskan pancasila.
“Kalau pancasila hilang, itu sama artinya bangsa ini juga telah hilang,”kata beberapa peserta sosialisasi.
Beberapa siswa MAN Kota Pematang Siantar menyampaikan bahwa, sosialisasi empat konsensus atau kesepakatan bernegara yakni Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI harus dipertahankan. Sebab empat konsensus tersebut yang menjadi dasar Indonesia tetap eksis sampai sekarang. Jika keempat konsensus itu hilang, itu sama artinya Indonesia juga telah hilang. (SB/01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.