Situasi Memanas di AS, WNI Diminta untuk Tenang dan 24 jam Hotline Diaktifkan

Sentralberita| Jakarta~Pemerintah mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) yang bermukim di Amerika Serikat tetap tenang di tengah situasi yang memanas di negara itu. “Seluruh WNI yang bermukim di Amerika Serikat untuk tenang dan terus mencermati lingkungan sekitar,” demikian satu dari 6 poin imbauan pemerintah, seperti yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (28/1).

WNI diimbau tetap menghormati hukum setempat dan ikut menjaga ketertiban umum di lingkungan masing-masing. Untuk mengantisipasi hal-hal yang mungkin terjadi, diharapkan WNI memahami hak-haknya dalam berbagai situasi.

Seluruh perwakilan RI secara proaktif akan memberikan pelayanan dan menjangkau seluas mungkin WNI yang ada di Amerika Serikat. Pemerintah Indonesia melalui perwakilan RI di seluruh Amerika Serikat, disebut akan terus mengamati perkembangan yang terjadi dan akan mengantisipasi dampak yang mungkin timbul bagi WNI.

Menteri Luar Negeri Retno meminta perwakilan RI di Amerika Serikat untuk mengaktifkan hotline 24 jam dan menghimbau WNI yang bermukim di Amerika Serikat untuk tetap tenang.

Adapun nomor-nomor hotline 24 jam perwakilan RI di AS, adalah:
a.    KBRI Washington DC     : +1 202-569-7996
b.    KJRI Chicago: +1 312-547-9114
c.    KJRI Houston: +1 346-932-7284
d.    KJRI Los Angeles: +1 213-590-8095
e.    KJRI New York: +1 347-806-9279
f.    KJRI San Francisco: +1 415-875-0793
Pada Jumat (27/1) kemarin Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang kedatangan imigran dan kunjungan dari 7 negara mayoritas Islam.

Situasi ini membuat situasi memanas, khususnya di bandar udara. Banyak pendatang yang tiba di Amerika Serikat, dicegah masuk ke negara itu.

“Kami mendengar kemarin malam banyak orang yang terpaksa berbalik,” kata Abed Ayoub, Direktur Hukum Komite Anti-Diskriminasi Amerika-Arab, seperti dikutip Huffington Post.

Hanya beberapa jam setelah perintah diteken, dua orang Irak ditangkap di Bandara Kennedy, New York. Salah satunya adalah seorang penterjemah yang sudah bekerja untuk pemerintah AS selama 10 tahun lebih.

Pengacara kedua orang itu, seperti diberitakan CNN, telah melayangkan gugatan hukum kepada Presiden Trump dan pemerintah AS.

Adapun Google meminta stafnya yang sedang bepergian untuk kembali ke AS. Organisasi pengungsi juga sudah menyampaikan para relawannya  bahwa keluarga-keluarga pengungsi yang tadinya bakal mereka bantu, batal datang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.