Ponsel Wartawan Dirampas dan Fotonya Dihapus OTK di RS Colombia

Sahat Simbolon berdebat soal bayaran parkir, dan Ponsel wartawan diambil dan hasil fotonya dihapus

Sentralberita| Medan~ Bukan hanya ketua Komisi D DPRD Medan, Sahat Simbolon saja yang diamuk pengelola parkir Rumah Sakit Columbia Asia, Medan, Jumat (20/1/2017) tapi juga wartawan Tribun Medan  yang memotret kejadian tersebut,  Ponselnya dirampas dan hasil fotonya dihapus.

Bermula dari perdebatan Sahat Simbolan yang dimintai parkir Rp 15.000 oleh petugas parkir dan Sahat mempertanyakan dasar hukumnya dan menganggap itu sebagai pungli, sehingga menimbulkan perdebatan panjang  sehingga tak berakhir damai.

Kepala pengelola parkir yang diketahui bernama Dewi tak dapat memberikan penjelasan dan meninggalkan Sahat di pintu keluar parkir RS Columbia.

Sahat lantas menemui Dewi di ruang kerjanya. Diskusi tak berjalan baik. Dewi terdengar berteriak dan turut membentak Sahat.

“Sudahlah pak. Hal kecil kok dibesarkan,” kata Dewi.

Keadaan semakin memanas setelah pria bercelana pendek dan berkaos oblong datang dan membentak awak media.

“Jangan direkam. Jangan kalian foto. Siapa kali kalian wartawan ini,” ucap pria yang tak dikenal.

Pria tersebut lantas menarik ponsel Tribun, dan diberikan kepada Dewi.

Beberapa pengelola di lokasi kejadian lantas mengaku sebagai seorang wartawan dan kader partai.

“Sudahlah, saya juga wartawan,” ucap Pria diketahui bermarga Siregar sambil merogoh saku.

Sebelumnya, Sahat keberataan membayar tarif parkir RS Columbia sebesar Rp 15 Ribu, sehingga terjadi keributan di pintu keluar parkir RS Columbia sekitar pukul 11.00 WIB. (SB/01)

Comments