Massa Aksi Bela Rakyat 121Tidak Puas Kontrak Politik Pemerintah

unjuk rasa mahasiswa (foto/Kom)

Sentralberita|Jakarta~ Massa aksi bela rakyat 121 terlihat tidak puas dengan isi kontrak politik pemerintah yang ditandatangani Kepala Staf Kepresidenan  Teten Masduki, sehingga mahasiswa mulai melakukan aksi bakar-bakaran.

Petugas kepolisian a telah bersiap untuk membubarkan massa. Sebab, imbauan agar massa membubarkan diri sejak pukul 18.00 WIB tidak diindahkan.

Perwakilan massa aksi bela rakyat 121 telah keluar dari Istana Negara. Namun, perwakilan itu mengatakan, mereka tidak bertemu Presiden Joko Widodo.

“Pak Presiden enggak mau menemui kita. Beliau ada ratas (rapat terbatas) bersama menteri. Beliau ada di dalam, tetapi enggan menemui mahasiswa,” kata salah satu perwakilan yang masuk ke Istana Negara, Bagus, di mobil komando yang terparkir di Jalan Medan Merdeka Barat, Kamis (12/1/2017) sore.

Bagus menambahkan, mereka hanya ditemui Kepala Staf Kepresidenan  Teten Masduki. Dalam pertemuan tersebut, kata Bagus, telah ditandatangani kontrak politik. Kontrak politik itu ditandatangani Teten selaku perwakilan pemerintah.

Bagus menjelaskan, kesepakatan tersebut meliputi, pemerintah menjamin tidak akan terjadi kelangkaan BBM bersubsidi di seluruh Indonesia. Pemerintah menjamin kenaikan harga BBM non-subsidi tidak akan berdampak pada kenaikan harga bahan pokok.

Selanjutnya, pemerintah juga menjamin kenaikan tarif dasar listrik golongan 900 VA dilakukan untuk kepentingan rakyat dan tepat sasaran. Jika tidak tepat sasaran, hal itu dapat dilaporkan ke PLN dan akan mendapat subsidi.

Selain itu, tarif pengurusan STNK dan BPKB dilakukan untuk meningkatkan pelayanan di kepolisian. Jika ada pelayanan yang tidak sesuai, itu dapat dilaporkan.

“Ini adalah janji mereka. Jika dalam 90 hari ditemukan pelanggaran, reformasi jilid dua akan segera ditegakkan,” kata Bagus. (SB/01/Kom)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.