P3I Datangi DPRD Medan

ahmad-ariefSentralberita| Medan ~ Persatuan Pengusaha Periklanan Indoneia (P3I) Kota Medan yang hadir secara mendadak ke gedung DPRD Kota Medan sejak Selasa (8/11) pagi, khususnya mendatangi Komisi D DPRD Kota Medan, ditengah waktu yang sama digelar rapat paripurna.
P3I berharap ada toleransi yang diberikan pada pengusaha, meski secara bersamaan telah disahkan anggaran pembongkaran reklame Kota Medan sebesar Rp1,2 miliar.
 
Kehadiran sebanyak delapan orang pengurus P3i tersebut, langsung memasuki ruang komisi D DPRD Kota Medan dan diterima beberapa anggota komisi didalamnya seperti Ilhamsyah, M Nasir, Ahmad Arief dan Parlaungan Simangunsong.
 
“Mereka kepingin suara mereka diakomodir, karena mereka merasa sudah ada lembaga P3I. Intinya kepada kami mereka menyampaikan bagaimana agar diterima dulu retribusinya oleh Pemko Medan,”kata anggota Komisi D DPRD Kota Medan, Ilhamsyah kepada sejumlah wartawan usai menerima para anggota P3I, diruang komisi.
 
Menurut Ilham, diterima atau tidaknya retribusi itu oleh Pemko Medan, hal tersebut harus dipahami juga oleh perusahaan periklanan yang memiliki banyak papan reklemanya di Kota Medan ini, bahwa apa yang dilakukan bisa melanggar Perda (peraturan daerah).
 
“Apa retribusi itu melanggar Perda ? ini permasalahannya. Kita berharap putusan menerima retribusi ini juga jangan sampai menabrak  Perda nomor 11 tahun 2011. Maka menurut kita perlu dilakukan pertemuan dengan melibatkan seluruh anggota komisi D, pimpinan dewan dan SKPD yang berangkutan.
 
Adapun, Odi Kusnadi selaku ketua P3I Medan bersama sejumlah pengurus memilih segera turun kelantai bawah (parkir kenderaan) pasca pertemuan dengan Komisi D yang berada dilantai 3 DPRD Kota Medan.
 
Sementara, Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution menegaskan Pemko Medan akan tetap menegakkan peraturan, terkait untuk pembongkaran sejumlah papan reklame khususnya yang berdiri di 13 ruas jalan di Kota Medan.
 
“Peraturan di Kota Medan sudah ada, kita jalankan saja peraturan di Medan ini. Kalau melanggar, Pemko tetap tegakkan aturannya,”kata Akhyar usai hadir dalam rapat paripurna.
 
Terkait adanya upaya pihak Persatuan Pengusaha Periklanan Indonesia (P3I) Kota Medan melakukan pendekatan dalam upaya pemberian retribusi kepada Pemko Medan, hal tersebut secara tegas ditolak Wakil Walikota Medan dikarenakan pihaknya tidak berkeinginan melanggar ketentuan yang berlaku.
 
“Justru retribusi (Pajak Reklame) tersebut tak kami terima, karena itu langgar peraturan,”pungkasnya.( SB/01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.