Oknum PNS KCD Labura Pungli Pendaftaran Ujian Paket A, B dan C

Selebaran informasi tentang kelompok belajar (kejar) bagi masyarakat yang putus sekolah untuk mendaftarkan diri sesuai jenjang sekolah dan seperti yang tertulis pembiyaaan dibantu oleh Kartu Indonesia Pintar (KIP)
Selebaran informasi tentang kelompok belajar (kejar) bagi masyarakat yang putus sekolah untuk mendaftarkan diri sesuai jenjang sekolah dan seperti yang tertulis pembiyaaan dibantu oleh Kartu Indonesia Pintar (KIP)

Sentralberita| Labura-Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial M.R, S,Pd yang bertugas sebagai Penilik Luar Sekolah (PLS) pada Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud), Kecamatan Kualuh, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) Sumatera Utara, melakukan pungutan liar (pungli) pada calon pendaftar siswa/i yang ingin mengikuti ujian paket A, B dan C.

Hal tersebut diketahui awak media saat beberapa orang pendaftar mengeluh saat dipungut biaya untuk mendaftarkan nama mereka. Salah seorang korban pungli yang tidak mau namanya ditulis dan merasa takut nantinya akan dipersulit alias tidak diluluskan mengatakan “pendaftar ada puluhan orang bang dan semua dipungut biaya yang berpariasi. Mulai dari yang ikut mendaftar untuk mengikuti paket “A” setara (SD), “B” setara (SMP) dan “C” setara (SMA) tergantung dia mengikuti pendaftaran yang mana. Kalau saya sendiri dipungut biaya sebesar Rp 300 ribu untuk paket “C”, ujarnya.

Diterangkannya, saya tau perihal ini untuk program pendidikan dari pemerintah bagi masyarakat yang putus sekolah dapat mengikuti program kelompok belajar (kejar). Bagi siswa/i yang ingin mendaftar di bulan oktober 2016, akan dibantu pembiayaan nya melaluiĀ  program Kartu Indonesia Pintar (KIP). Informasi tersebut sudah disosialisasikan atau dimuat pada iklan radio

Menyambung informasi dari warga, awak media mengkonfirmasi perihal tersebut pada M.R, S,pd di kantor KCD Kualuh Hulu terkait pungutan biaya tersebut.

Rusdi mengatakan “kegiatan pendaftaran untuk calon peserta ujian Paket “A, B dan C” tersebut sekira bulan oktober lalu. Jumlah pendaftar untuk paket “C” ada 23 orang dan untuk paket “B” ada 13 orang, sementara untuk paket “A” kosong.

Kegiatan ini program pemerintah dalam mengentaskan pendidikan bagi masyarakat yang putus sekolah yaitu termasuk program Kartu Indonesia Pintar (KIP) namun tetap di bawah dinaungan Disdikbud Labura” ucapnya.

Dijelaskannya, memang benar kita lakukan pengutipan sesuai jenjangnya. Seperti pendaftar untuk paket “B” kita pungut biaya sebesar Rp,200 ribu dan untuk paket “C” sebesar Rp,300 ribu. Hal ini diketahui oleh Kepala KCD Kualuh Hulu, Irwan S,pd. Sebab perekrutan siswa/i dilakukan di Kantor Cabang Dinas tiap kecamatan. Uang hasil kutipan tersebut juga kita bagi-bagi pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di desa.

Masih kata penilik luar sekolah ini, PKBM dari desa lah yang mencari orang dan didaftarkan kesini. Makanya mereka juga kita beri komisi dan hasil laporan pendaftaran kita sampaikan pada Disdikbud Labura. Begitulah proses nya, “masa kita kerja gak ada hasil, gak mungkin lah ada yang mau”. Ucapnya.

Untuk informasi lebih lanjut, Senin (14/11/2016) awak media juga mengkonfirmasi pada Kepala KCD Kualuh Hulu, Irwan S,Pd terkait hal tersebut. Saat ditemui wartawan pada jam kerja, Irwan malah asik bermain catur dikantin sebelah kantor.

Irwan mengatakan “saya tidak ikut-ikutan dengan kegiatan itu dan tidak tahu menahu. Kalau pak Rusdinor hanya memberitahukan pada saya tentang adanya kegiatan pendaftaran calon siswa/i untuk mengikuti ujian paket “C” itu saja” tandasnya.

Dijelaskannya, perihal ada pengutipan biaya tersebut saya tidak tahu. Bahkan saya tidak tahu bagaimana proses perekrutan, administrasinya, kapan dan dimana mereka melaksanakan ujian tidak ada laporan pada saya. Bila perlu kalian tanya saja langsung untuk lebih lanjut ke Disdikbud Labura kebagian terkait. Ucapnya.(SB/Wandi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.