Pemkab Labura dan FPK Gelar Acara Silaturahmi

labSentral Berita | Labura~  Acara silaturahmi Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) Sumatera Utara bersama Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara yang dihadiri para masyarakat dari utusan berbagai suku dan etnis di Kabupaten Labura.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Labura Drs.Dwi Prantara,MM pada Kamis (29/9) di Aula SMAN I Kualuh Hulu.

 Dalam acara silaturahmi tersebut Drs Dwi Parantara,MM mengajak masyarakat yang hadir mewakili etnis dan suku yang ada di Kabupaten Labura untuk bersinergi dan mendukung program pembangunan oleh pemerintah baik program jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

 “Jangan ada terjadi perpecahan di antara masyarakat. Sebab dengan adanya perbedaan dan ragam etnis dan suku di Labura menjadi salah satu contoh dapat hidup rukun dan damai tanpa menonjolkan ke sukuan sehingga lebih mengeratkan tali persaudaraan dan persatuan.” ujarnya.Masih kata Drs.Dwi Prantara,MM mengajak para perwakilan etnis dan suku yang hadir dalam acara silaturahmi FPB untuk selalu membina dan melestarikan budaya yang ada di Labura.

Sebab Pemerintah Kabupaten Labura siap mendukung dan membina demi kelestarian budaya.Digelarnya acara silaturahmi tersebut oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik bidang Integrasi Pemkab Labura tujuan lainnya untuk menciptakan program kerja kedepan melalui pelatihan FPB yang dapat mempererat tali silaturahmi antar etnis dan suku yang menjadi anggota masyarakat di Kabupaten Labura.

Untuk menjadikan silaturahmi Forum Pembauran Kebangsaan ini menjadi salah satu pioner dalam mengisi pembangunan yang dirangkul dan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Labura sesuai dengan thema acara “Sinergitas FPB dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam menyatukan hubungan antar suku dan etnis.”

Sebagai narasumber yang turut mendukung program kerja FPB di Labura ini dari kantor Kesbangpol Propinsi Sumatera Utara Ir.H.Zainal.Wahid sebagai pembicara yang juga berkecimpung di dunia penelitian Kebudayaan. Kemudian dari Pemkab Labura Staf Ahli bidang Ekonomi dan Pembangunan Sukisman juga turut hadir dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Labura DrsH.Ismael Hasibuan,MM.Menurut Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Labura Yusuf Aruan yang hadir dalam acara, bahwa saat ini etnis dan suku yang ada di Kabupaten Labura terdiri dari 14 suku/etnis. Namun kedepan akan didaftarkan dan ditetapkan suku Sunda sebagai tambahan yang juga komunitas mereka sudah ada di Labura ujarnya.

Selanjutnya pihak FPB mengusulkan kepada Pemkab Labura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pihak FPB kedepan untuk tahun 2017 ada  anggaran yang dapat dipergunakan pihak FPB untuk lebih menjalin tali silaturahmi dengan pembentukan FPB pada tingkat Kecamatan di Labura.  H.Zainul Wahid menyampaikan kepada utusan FPB Labura bahwa sesuai dengan SK Mendagri No.34 Tahun 2004 tentang Pembauran Bangsa dan melalui Peraturan Gubernur Sumatera Utara No 47 Tahun 2011 tentang Pembauran Bangsa yang menyarankan agar sepatutnya kita menjunjung tinggi nilai-nilai Budaya kita. Terlebih dengan kekondusipan daerah kita. Ujarnya.
Saran yang disampaikan terhadap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Labura bahwa “Festifal budaya merupakan perwujudan persatuan dan Kesatuan Bangsa maka jangan dijadikan budaya itu diperlombakan, tetapi sifatnya di gelarkan. (SB/Wandi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.