Medan Labuhan Dominasi Bridge

porkot-4Sentralberita| Medan Kecamatan Medan Labuhan mendominasi raihan medali pada pertandingan bridge Porkot di Komplek Bumi Seroja, Medan.  Pada even yang berakhir Minggu (30/10), Labuhan meraih 2 medali emas dan  1 perunggu.

Satu medali emas Medan Labuhan direbut dari nomor pasangan kelompok B atas nama
Rizki M sulaiman dan Ahmad Thoriq. Satu emas lagi dari nomor beregu kelompok B melalui Rizky Sulaiman, Ahmad Thoriq, Wulan Sabina dan Sapta Wahyu.

Medali perak pasangan kelompok B diraih Medan Baru serta perunggu milik Medan Labuhan. Sementara perak dan perunggu beregu kelompok B direbut Medan Belawan dan Medan Barat.

Dari enam medali emas yang diperebutkan distribusinya hampir merata ke seluruh kecamatan yang ambil bagian.

Kelompok senior medali emas kategori pasangan diraih Medan Johor. Helvetia dan Medan Kota berhak atas perak dan perunggu.
Kategori beregu senior medali emas direbut Medan Helvetia. Perak dan perunggu milik Medan Kota dan Johor.
Sementara untuk kelompok C, emas pasangan diraih Medan Timur, perak Medan Barat dan perunggu milik Belawan. Nomor beregu, emas diraih tim Medan Perjuangan, perak milik Medan Baru dan perunggu diraih Medan Amplas.

Pertandingan Porkot cabor bridge tahun ini sedikit berbeda.  Untuk menarik minat atlet muda,  even tahun ini digelar dalam tiga kelompok.  Kelompok A merupakan atlet senior selebihnya adalah atlet muda potensial. “Jumlah pesertanya meningkat tahun ini.  Lebih dari 40 atlet yang bertanding,” ungkap Ketua Gabsi Medan dr Ahadin seusai pertandingan.

Ke Liga Bridge
Penampilan atlet-atlet bridge muda asal Kota Medan dinilai mengalami peningkatan. Karena itu, Pengurus Gabsi Medan akan menyokong keberangkatan atlet untuk mengikuti Grand Final Liga Bridge Nasional di Jakarta pada 16-19 November mendatang.

Gabsi Medan akan mengirimkan dua atlet yakni pasangan Riski M Sulaiman dan Ahmad Thoriq. Ini kali pertama Medan mengirim atlet mudanya ke even nasional.
“Mereka telah menjalani seleksi di Langkat sejak bulan November 2015 hingga April. Kuota dari Medan hanya 2 atlet,” jelas Alimuddin Barus SPd, pelatih yang juga guru di SMP Ikal Bulog Medan, tempat kedua atlet tersebut latihan dan mengenyam pendidikan.

Ia optimis setelah lebih dari setahun latihan, Rizki dan Thariq bisa bersaing dengan para atlet pelajar dari seluruh nusantara.
“Kami harapkan support dari Pengcab dan KONI agar mereka terus berkembang,” tegas Alimuddin. (SB/01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.