Kabid Kepemudaan Hamburkan Da Paskibra Labura na Rp.680 Juta Untuk Paskibraka Labura

Para peserta Paskibra menjelang keberangkatan studi  tour ke Aceh Singkil(foto-SB/Wandi)
Para peserta Paskibra menjelang keberangkatan studi tour ke Aceh Singkil(foto-SB/Wandi)

Labara,  (Sentral Berita)- Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) Sumatera Utara, melalui Kabid Kepemudaan, Sumardi S,Pd menghamburkan anggaran APBD T.A.2016 yang diperuntukkan bagi para peserta Pasukan Pengibar Bendera (Pasikbra).

Saat wartawan mengkonfirmasi pada Kabid Kepemudaan Sumardi S,Pd (Jumat 2/9/2016) saat hendak membawa rombongan Paskibra studi tour ke aceh singkil untuk refreshing ke pulau sibanyak sebagai bentuk bonus bagi peserta Paskibra yang sudah tampil di acara HUT RI Ke71 belum lama ini.

 Sumardi menuturkan “ada sebanyak 95 orang yang akan berangkat ke aceh singkil studi tour. Ada dua unit transportasi bus pariwisata. Sekira 52 orang Paskibra dan selebihnya sekira 43 orang lainnya yang ikut berangkat yaitu panitia dari Disporapar Labura, Purna Paskibraka, Pelatih (anggota koramil aekkanopan) dan tim medis”. Ujarnya.

 Dikatakannya, untuk anggaran dari APBD 2016, sebesar Rp 680 juta. Anggaran tersebut dipakai dari mulai awal kegiatan Paskibra sejak masa pelatihan selama 25 hari, biaya pemondokan karantina peserta Paskibra selama proses latihan, honor pelatih dan terakhir dipakai untuk biaya jalan-jalan ini (ke aceh singkil) termasuk ongkos sewa dua unit bus pariwisata, serta uang saku bagi tiap peserta Paskibra sebesar Rp.500 ribu. Pungkasnya.

 Sementara saat ditanya perihal tujuan objek wisata yang akan dituju, apakah atas permintaan para peserta Paskibra? Sumardi menerangkan tujuan ke Aceh Singkil ini kita yang memilih dan menentukan menyesuaikan anggaran yang ada.

 Padahal seperti yang diketahui untuk daerah aceh banyak kabar mengatakan daerah rawan konflik yang artinya tingkat kenyamanan masih meragukan untuk refreshing. Kenapa tidak memilih daerah lain agar tidak terlalu beresiko.

 Sebagai sosial control dalam pengawasan kegiatan yang menggunakan fasilitas atau uang negara. Wartawan kembali menayakan perihal rincian dana sebesar Rp 680 juta dalam realisasi dilapangan. Sebagai wujud dari UU No.14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

 Mirisnya, Sumardi selaku Kabid Kepemudaan tidak mau terbuka dalam menjawab pertanyaan awak media. Terkait berapa biaya sewa pemondokan para peserta karantina Paskibra saat pelatihan, berapa honor pelatih, berapa sewa dua unit bus pariwisata yang dipakai untuk studi tour. Ringkasnya saat wartawan meminta bukti tertulis atau Rencana Anggaran Belanja (RAB) terkait penggunaan dana sebesar Rp 680 juta sumardi terkesan menghindar. (SB/Wandi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.