Pemko Diminta Serius Urusi Seni-Budaya di Medan

abtMedan, (Sentralberita)- Pemerintah Kota (Pemko) Medan diminta berperan aktif soal pengembangan berbagai ragam seni di kota Medan. Medan selaku kota ke tiga terbesar di Indonesia yang  memiliki potensi seni cukup besar hendaknya diberdayakan lebih optimal.
 
“Banyak potensi dan sumber daya manusia yang memiliki seni-budaya di kota Medan. Kita berharap Pemko Medan berkenan membantu dan memfasilitasi pembinaan seni di kota Medan,” ujar Ketua Dewan Kesenian Kota Medan Rianto Aghly SH kepada wartawan di Medan, Selasa (23/8).
 
Untuk itu kata Rianto, Pemko Medan diharapkan agar dapat membantu sarana dan prasarana pengembangan seni di kota Medan. Seperti sarana kantor dan pusat pembinaan seni, saat ini Dewan Kesenian Kota Medan masih kesulitan. Pada hal, kata Rianto banyak lahan dan asset Pemko Medan seperti Taman Lily Suheri kondisi terlantar.
 
“Saat ini kota Medan belum memiliki gedung kesenian. Apa salahnya jika sebagian asset Pemko Medan itu difungsikan untuk pengembangan seni di kota Medan,” harap Rianto seraya menyebutkan masalah anggaran juga sangat perlu mendapat dukungan dari Pemko Medan.      
Sejak terpilih selaku Ketua Dewan Kesenian Kota Medan pada Juni lalu, Rianto Ahgly mengaku akan fokus menjadikan wadah pencinta seni itu sebagai pergerakan dan pemberdayaan seni serta keberagaman budaya dengan ciri yang khas budaya kota Medan. Sehingga dewan kesenian terbukti melestarikan sekaligus mewariskan seni budaya kepada generasi muda.
Dikatakan Rianto, dewan kesenian kota Medan selama 4 tahun mengalami kepakuman. Maka dengan kepengurusan Dewan Kesenian yang baru dapat  berbuat maksimal namun tidak terlepas dari dukungan semua pihak.
Sehingga dengan terbentuknya dewan kesenian dijadikan momentum pembinaan seni budaya yang dapat menumbuhkan rasa memiliki kota Medan sebagai “rumah kita”. Maka keberadaan dewan kesenian dapat membina dan mengembangkan potensi kesenian dan “rumah kita” sebagai kota kesenian. (SB/01)
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.