Angkot TTB T-06 Tebingtinnggi Demo, Penumpang Terlantar

Tampak kepala terminal Bandar Kajum pendemo dan penumpang Rajawali T-02 (foto-SB/jhontob)
Tampak kepala terminal Bandar Kajum pendemo dan penumpang Rajawali T-02 (foto-SB/jhontob)

Tebing Tinggi, (Sentral Berita)- Angkutan kota Tebing Tinggi Bersejarah (TTB)tranyek T-06 dalam kota melakukan aksi demo mogok tepat di depan Terminal Bandar Kajum Kota Tebing Tinggi di jalan Negara Tebing Tinggi -Medan, Senin (01/08/2016).

Aksi mogok yang dilakukan para supir angkot ini tampak spontan karena dan  ketika diminta keterangannya tak satupun mengetahui apa tujuan demo ini dan siapa kordinatornya
.pengamatan dilapangan terlihat beberapa supir menghentikan setiap angkot sesama trayek yg melintas di lokasi tersebut dan menekankan kepada supirnya untuk ikut bergabung melakukan aksi demo.
Tidak sampai disitu saja,para pendemo(supir TTB) ini juga melampiaskan aksinya pada bis angkutan dalam dan Luar Kota Rajawali Trayek 02 jurusan medan-Tebing-Tinggi karena Rajawali T-02 ini dituding telah melanggar jalur trayek TTB T-06 karena mengangkut penumpang anak sekolah yang ada di jalur trayek mereka .
Dengan melakukan aksi sweeping terhadap bis Rajawali T-02 yang melintas dari arah Medan menuju Kota Tebing Tinggi dan memaksa para penumpangnya untuk turun dan mencari angkutan lain.pasrah tapi tak rela para penumpang dan supir bis Rajawali terpaksa harus menuruti kehendak para pendemo.
Menanggapi aksi yang dilakukan tepat di depan Terminal Bandar Kajum,Kepala Terminal Dinas Perhubungan Kota Tebing Tinggi L.Tobing turun kelokasi dan menyarankan kepada para pendemo untuk tertib dan tidak anarkis.
“Silakan aja kalau mau demo tapi mohon dengan tertib dan saya harapkan tidak ada melakukan anarkis “himbaunya.
Kepada media ini L.Tobing menyatakan bahwa tindakan aksi demo mogok yang dilakukan para supir angkutan ini biasa dan wajar namun harus prosedur.
Demontrasi untuk mengutarakan pendapat ataupun tuntutan boleh boleh saja dialam demokrasi Di Indonesia ini termasuk dikota Tebing Tinggi.
Namun dengan melakukan aksi mogok seperti yang dilakukan para supir angkutan TTB-06 trayek dalam kota dikota Tebing Tinggi ini harusnya tidak boleh terjadi karna akan berimbas pada kepentingan orang banyak dan merugikan penumpang pemakai jasa angkutan,pelajar dan bahkan supir dan pengusaha angkutan itu sendiri.
Demikian yang diutarakan affan Hasibuan pegawai dinas perhubungan Tebing Tinggi saat media ini tidak berhasil mengkorfirmasikan Kadishub Safrin di kantornya jln.Gunung Leuser Kota Tebing Tinggi.(SB/jhontob)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.