Bupati Sergai : Stop Kekerasan Pada Anak

BUBSergai, (Sentral Berita)- Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman didampingi Wabup Darma Wijaya dan Ketua TP. PKK Ny. Hj. Marliah Soekirman berkesempatan nonton bareng pemutaran pedana Film “Untuk Angeline” untuk Kota Medan yang langsung dihadiri bintang film tersebut Teuku Rifnu Wikana sebagai Santo (ayah kandung Angeline) dan Hans de Kraker sebagai Jhon (ayah angkat Angeline) Theater 21 Paladium Mall Medan, Rabu malam (27/7

 Pemutaran film tersebut sebagai bentuk sambutan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada tanggal 23 Juli serta mendapat respon positif dan antusisme dari masyarakat.
 Hal ini kemukakan Kabag Humas Setdakab Sergai Dra. Indah Dwi Kumala kepada wartawan di kompleks kantor Bupati di sei Rampah, kamis (28/7).
 Usai menonton film tersebut, Bupati Sergai Soekirman mengatakan bahwa film ini mengingatkan kita pada peristiwa pertengahan 2015 lalu. Dimana Indonesia sempat digegerkan dengan peristiwa pembunuhan seorang anak berusia 8 tahun bernama Engeline yangmerupakan masyarakat Bali. Dalam pemberitaan sempat dikabarkan dia menghilang beberapa hari, kemudian ditemukan terkubur di perkarangan rumah orangtua asuhnya, Margriet Megawe. Tentu saja kasus ini menyita perhatian publik yang tidak hanya di Indonesia bahkan luar negeri.
 Oleh karenanya Bupati Soekirman berpesan untuk mengambil hikmah dari film tersebut bahwa sebagai orang tua sudah seharusnya tidak menelantarkan, menyiksa bahkan menghancurkan masa depan mereka. Seharusnya ditangan orang tua anak dapat dibentuk sebagai generasi yang sehat, handal, unggul dan bermoral mulia sehingga mereka dapat menjadi pemimpin bangsa dimasa depan. 
 Dijelaskan Kabag Humas bahwa H. Soekirman sebagai pemimpin daerah Kabupaten Layak Anak memberikan apresiasi yang tinggi dan dukungan terhadap penayangan Film tersebut.
Disamping itu juga menekankan kepada masyarakat bahwa sebagai orang tua agar memenuhi hak-hak anakDiantaranya hak anak untuk hidup, tumbuh, dan berkembangmendapat perlindungan dari berbagai macam kekerasan, mendapatkan pendidikan dan bersekolah serta hak untuk didengarkan pendapatnya. 
“Yang paling penting dengan ditayangkannya film “Untuk Angeline” ini memuat pesan bahwa diharapkan akan meningkatkan rasa kepedulian antar sesama serta mampu mengurangi kasus tindak kekerasan terhadap anak”, pungkas Indah Dwi Kumala.(SB/jhontob

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.