Soal Penolakan Indra Alamsyah, Wagirin: Fraksi-Fraksi di Komisi D Langgar Konsensus

Wagirin Arman (dok)
Wagirin Arman (dok)

Medan, (Sentralberita)-Di lembaga legislatif  ada dibangun konsensus politik, dimana dalam konsensus itu, untuk jabatan Ketua Komisi D DPRD Sumut tahun 2016 ini adalah ‘jatahnya’ Partai Golkar.

Karena itu, kata Wagirin Arman,  Selasa (7/6) di saat alotnya rapat internal komis D DPRD Sumut,  teman-teman fraksi lain yang ada di Komisi D DPRD Sumutharus komitmen kepada konsensus.

“Karena ini hak Partai Golkar, Partai Golkar telah memutuskan intruksikan Indra Alamsyah. Tolong kepada teman-teman fraksi lain hormati konsensus itu. Itu aja loh,” kata Wagirin.

Fraksi Golkar, kata Wagirin, hanya menjalankan instruksi partai, kalau terjadi harus melalui mekanisme, kita hormati mekanisme itu, tapi kan ada konsensus.

“Instruksi partai menempatkan Indra Alamsyah sebagai Ketua Komisi D DPRD Sumut. Kawan-kawan fraksi menawarkan yang lain, kami tidak berani melawan instruksi partai,” ujar Wagirin.

Karena tidak mau Indra Alamsyah, Partai Golkar terserah saja siapa yang mau dipilih.. Cuma saya anggap mereka itu awal mulai pelanggaran terhadap konsensus politik,” kata Wagirin.

Menurut Wagirin, fraksi-fraksi, anggota fraksi yang ada di Komisi D telah melanggar konsensus politik, karena keputusan politik Partai Golkar adalah memilih Indra Alamsyah.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Sumut, Budiman Nadapdap mengungkapkan, kalau kita di peta konflik dan didikte dengan satu nama dari fraksi, sementara kita kan ada kewenangan.

“Kecuali lobi-lobinya bagus. Ini lobi-lobi nya kurang. Kita belum ada opsi, sudah langsung diputuskan, harus ini, dari Golkar harus ini, tidak ada calon lain selain Indra Alamsyah,” kata Budiman.

Sedangkan Indra Alamsyah mengakui bahwa personnya bukan tidak suka sama saya secara pribadi.”Cuma ini hari mungkin mereka tidak mau ada pergantian pimpinan komisi, kita harus hargai,” kata Indra (SB/01)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.