Gubsu Apresiasi Kemajuan Pembangunan Labusel

GubsuTengku Erry Nuradi dan Bupati Labusel Wildan Aswan Tanjung bersama jajaran FKPD dan SKPD meninjau fasiltitas usai prosesi peresmian Kantor Bupati Labusel (Foto/ist)
GubsuTengku Erry Nuradi dan Bupati Labusel Wildan Aswan Tanjung bersama jajaran FKPD dan SKPD meninjau fasiltitas usai prosesi peresmian Kantor Bupati Labusel (Foto/ist)

Medan, (Sentralberita)-Gubsu  Erry  Nuradi menyatakan apresiasi atas kemajuan pembangunan di Labusel pasca pemekaran. Hal itu tidak terlepas dari komitmen Pemkab yang didukung penuh oleh seluruh lapisan masyaralat Labusel.

 “Kalau suatu daerah maju, tentu investor akan datang melirik. Akan ada kerjasama yang saling menguntungkan, tidak hanya bagi investor, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Untuk itu, modalnya harus menjaga kebersamaan. Tidak ada Superman. Yang ada Super Team,” tegas Erry saat meresmikan kantor Bupati Labusel, Kamis (2/6/216).

 Arsitektur gedung kantor Bupati Labusel yang mengadopsi replika Istana Kesultanan Kotapinang (Istana Bahran), tidak luput dari pujian Erry. Arsitektur tersebut merupakan salah satu upaya melestarikan adat, budaya dan kesenian daerah yang menjadi bagian dari sejaran nasional.

 “Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak lupa dengan sejarahnya. Kantor Bupati Labusel ini memiliki ciri khas tersendiri sekaligus langkah nyata melestarikan buaya,” ujar Erry.

 Sementara Bupati Labusel, Wildan Aswan Tanjung mengatakan, pembangunan kantor bupati telah direncanakan sejak awal terbentuknya Kabupaten Labusel. Namun rencana tersebut dapat terealisasi setelah delapan tahun pemekaran.

 “Banyak kritikan yang datang mulai dari pelepasan lahan hingga proses pembangunan. Namun itu menjadi motivasi tersendiri bagi kami,” kenang Wildan.

 Kantor Bupati Labusel berdiri di atas lahan seluas lebih kurang 17,5 hektare. Terintegrasi dengan perakantoran SKPD. Bangunan kantor sebagian besar mengadopsi bentuk Istana Bahran yang dipadukan dengan arsitektur Eropa klasik.

 “Karena keterbatasan anggaran, pembangunan gedung ini dilakukan dalam empat tahun penganggaran dengan biaya keseluruhan Rp56 Milyar,” sebut Wildan.

 Seremoni peresmian kantor Bupati Labusel tersebut sekaligus menutup Pameran Pembangunan dan Pagelaran Seni Etnis Daerah Pemkab Labusel ke VIII.(SB/01)

Comments