Disperindag Labura Monitoring Harga Pasar

Tim monitoring Pemkab Labura saat melakukan aktivitas di salah satu swalayan (indomaret) di Aekkanopan.
Tim monitoring Pemkab Labura saat melakukan aktivitas di salah satu swalayan (indomaret) di Aekkanopan.

Aekkanopan, (sentral berita)- Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pasar dan Bagian Perekonomian Setdakab Labuhanbatu Utara melakukan monitoring harga dan ketersediaan sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako), menjelang Idul Fitri di Pasar Inpres Aekkanopan dan swalayan, Rabu (29/6).

 Selain monitoring harga pasar dan ketersediaan sembako, tim juga melakukan pemeriksaan produk makanan kadaluarsa, kemasan barang yang rusak dan tak layak kosumsi di sejumlah swalayan dan toko, serta pasar tradisional.

  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) Syahrul Adnan Hasibuhan SE melalui Kepala Bidang Metrologi Ir. Mangatur Butar butar MM, mengatakan monitoring harga dan ketersediaan sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako), menjelang Idul Fitri bertujuan untuk mencek ketersediaan bahan pokok yang ada di lapangan.

“Monitoring ini dilakukan mengingat pada saat menjelang lebaran biasanya ketersediaan barang di pasaran mengalami kekosongan dan berdampak pula pada kenaikan harga,” ujarnya.

  Hasil monitoring yang dilakukan tidak ditemukan kenaikan harga yang signifikan. Hanya gula pasir yang mengalami kenaikan harga menjadi Rp 16.500 dari harga sebelumnya Rp 14.500.

“Persediaan sembako masih aman termasuk harga-harga masih dalam batas kenormalan, jika ada pedagang yang masih memajangkan barang dagangan yang kadaluarsa sudah. Pihak kita akan mencabut izin siup mereka ” ujar Mangatur.

  Sementara Setdakab Labura, Drs.H.Edi Sampurna Rambey MSi didampingi Assisten II, Drs.Raja Saljukdin MM mengatakan pada awak media “pemkab labura dalam hal ini monitoring terkait survei harga barang. Agar pedagang jangan ambil kesempatan menaikkan harga barang menjelang lebaran. Harga barang harus standar pada konsumen” ujar.

 Dijelaskannya. Selain cek harga kita juga memeriksa barang kadaluarsa agar pedagang lebih aktif mengecek,barang dagangannya, jangan sampai ada konsumen jadi korban. Tadi kita juga monitoring ke pasar inpres aekkanopan, beberapa pedagang mengatakan bagaimana kami mau menaikkan harga barang, sedangkan harga biasa saja pembeli sepi. Tandasnya.   (SB/Wandi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.