PaskibrakaMiliki Integritas

Medan, (Sentralberita)- Paskibraka Pasukan Pengibar Bendera Pusaka satu pasukan pemuda dari seluruh Indonesia yang mewakili propionsi yang setiap tanggal 17 Agustus mereka bertugas mengibarkan dan menurunkan bendera sangsaka merah putih

Bendera Pusaka sebagai  lambang dan kebesaran negara.husni lubis santai

Presiden Soekarno  pada masa lalu memberikan gagasan, untuk  menumbuhkan rasa persatuan bangsa, maka pengibaran bendera sebaiknya dilakukan oleh para pemuda se-Indonesia.

Kemudian beliau memilih 5 (lima) orang pemuda sebagai simbol pancasila, 3 orang putri dan 2 orang putra. Salah satunya adalah Titik Dewi pelajar SMA Sumatera Barat yang tinggal di Jogjakarta.

Sejak itu hingga saat ini, Paskibraka oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga melaksanakannya melalui Dinas Pemuda dan Olahraga di setiap provinsi di Indonesia. Provinsi melalui anggaran di daerahnya masing-masing melakukan seleksi yang dimulai dari Kabupaten/kota dan dikirim ke provinsi untuk selanjutnya diseleksi untuk tingkat provinsi dan nasional.

Halnya  Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara (Disporasu) tahun ini tepatnya 10 Mei 2016 melaksanakan seleksi paskibraka untuk provinsi Sumatera Utara dan tingkat nasional selama tiga hari yang pembukaaannya berlangsung, Selasa (10/5/2016) di Asrama Haji Medan.
Seleksi diikuti 132 orang dari 33 kabupaten/kota se-Sumut ini dibuka Kadipora Sumut Baharuudin Siagian dan dihadiri Ketua PPI Sumut Hendra Nasution.

Menurut Ketua Panitia, Reka masing-masing daerah mengirim empat orang dua perempuan dua laki-laki. Mereka akan diseleksi tim yang terdiri dari TNI-Polri,p iphak Disporasu dan pakar pendidikan.
Kadispora Sumut Baharuddin Siagaian  mengharapkan, Paskibraka mmiliki integeritas. “Anak-anak muda harus memiliki integritas, memiliki kecerdasan, punya nilai juang yang tinggi dan memiliki disiplin”ujarnyaseraya meminta  tim penguji agar benar-benar melaksanakan seleksi dengan baik.
Paskibraka dalam rangka NKRI, kata Kadispora ,harus bisa menumbuhkan integritas generasi muda, sehinga melalui paskibraka generasi muda bisa mengamalkan Pancasila dan muncul rasa nasionalisme yang tinggi.
Upaya menumbuhkan integritas anak muda  sangat penting dilakukan, seiring besarnya bahaya yang dihadapi generasi muda saat ini akibat pengaruh globalisasi.
Tantangan dan musuh yang paling membahayakan generasi muda saat ini adalah Narkoba yang  sengaja disusupi agar generasi muda hancur. Jika Paskibraka tidak melahirkan integritas, dengan sendirinya maksud dan tujuan dari lahirnya Paskibraka  adalah untuk menumbuhkan kembali Jiwa Pandu sangat merugikan.

Jiwa kepanduan tersebut bagi pemuda merupakan pembuat karya menjadi pelopor perjuangan  bangsa, pemacu semangat, pertahanan negeri, pembentukanb persaudaraan, pembentuk persatuan dan kesatuan pemuda.

Jiwa pandu tercermin dari bara api yang di bentuknya, bara ai itu semakin membara apabila  dipadukan seluruhnya dan dia akan membentuk satu jiwa, yaitu jiwa KORSA : Berani.kritis, kreatif, disiplin, bertatakrama dan sebagainya.

Sikap pemuda seperti ini akan menyebar luas di seluruh Kabupaten/kota di Indonesia, karena paskibraka ini berasal dari daerahnya. Dan ketika mereka mengikuti seleksi melalui latihan-latihan, perwujudan rasa persaudaraan dan kebersamaan, kejujuran, disiplin, dan lain sebagainya telah ditanamkan.

Karena itu, menjadi Paskibraka adalah merupakan kebanggan bagi daeranya dan orangtuanya. Tentunya dengan adanya Purna Paskibraka Indonesia (PPI) diharapkan pelkasanaan Paskibaraka semakin baik dan memberikan makna bagi pembangunan generasi muda. (Husni Lubis)

 

 

 

 

Medan, (Sentralberita)- Paskibraka Pasukan Pengibar Bendera Pusaka satu pasukan pemuda dari seluruh Indonesia yang mewakili propionsi yang setiap tanggal 17 Agustus mereka bertugas mengibarkan dan menurunkan bendera sangsaka merah putih  Bendera Pusaka sebagai  lambang dan kebesaran negara.

Presiden Soekarno  pada masa lalu memberikan gagasan, untuk  menumbuhkan rasa persatuan bangsa, maka pengibaran bendera sebaiknya dilakukan oleh para pemuda se-Indonesia.

Kemudian beliau memilih 5 (lima) orang pemuda sebagai simbol pancasila, 3 orang putri dan 2 orang putra. Salah satunya adalah Titik Dewi pelajar SMA Sumatera Barat yang tinggal di Jogjakarta.

Sejak itu hingga saat ini, Paskibraka oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga melaksanakannya melalui Dinas Pemuda dan Olahraga di setiap provinsi di Indonesia. Provinsi melalui anggaran di daerahnya masing-masing melakukan seleksi yang dimulai dari Kabupaten/kota dan dikirim ke provinsi untuk selanjutnya diseleksi untuk tingkat provinsi dan nasional.

Halnya  Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara (Disporasu) tahun ini tepatnya 10 Mei 2016 melaksanakan seleksi paskibraka untuk provinsi Sumatera Utara dan tingkat nasional selama tiga hari yang pembukaaannya berlangsung, Selasa (10/5/2016) di Asrama Haji Medan.
Seleksi diikuti 132 orang dari 33 kabupaten/kota se-Sumut ini dibuka Kadipora Sumut Baharuudin Siagian dan dihadiri Ketua PPI Sumut Hendra Nasution.

Menurut Ketua Panitia, Reka masing-masing daerah mengirim empat orang dua perempuan dua laki-laki. Mereka akan diseleksi tim yang terdiri dari TNI-Polri,p iphak Disporasu dan pakar pendidikan.
Kadispora Sumut Baharuddin Siagaian  mengharapkan, Paskibraka mmiliki integeritas. “Anak-anak muda harus memiliki integritas, memiliki kecerdasan, punya nilai juang yang tinggi dan memiliki disiplin”ujarnyaseraya meminta  tim penguji agar benar-benar melaksanakan seleksi dengan baik.
Paskibraka dalam rangka NKRI, kata Kadispora ,harus bisa menumbuhkan integritas generasi muda, sehinga melalui paskibraka generasi muda bisa mengamalkan Pancasila dan muncul rasa nasionalisme yang tinggi.
Upaya menumbuhkan integritas anak muda  sangat penting dilakukan, seiring besarnya bahaya yang dihadapi generasi muda saat ini akibat pengaruh globalisasi.
Tantangan dan musuh yang paling membahayakan generasi muda saat ini adalah Narkoba yang  sengaja disusupi agar generasi muda hancur. Jika Paskibraka tidak melahirkan integritas, dengan sendirinya maksud dan tujuan dari lahirnya Paskibraka  adalah untuk menumbuhkan kembali Jiwa Pandu sangat merugikan.

Jiwa kepanduan tersebut bagi pemuda merupakan pembuat karya menjadi pelopor perjuangan  bangsa, pemacu semangat, pertahanan negeri, pembentukanb persaudaraan, pembentuk persatuan dan kesatuan pemuda.

Jiwa pandu tercermin dari bara api yang di bentuknya, bara ai itu semakin membara apabila  dipadukan seluruhnya dan dia akan membentuk satu jiwa, yaitu jiwa KORSA : Berani.kritis, kreatif, disiplin, bertatakrama dan sebagainya.

Sikap pemuda seperti ini akan menyebar luas di seluruh Kabupaten/kota di Indonesia, karena paskibraka ini berasal dari daerahnya. Dan ketika mereka mengikuti seleksi melalui latihan-latihan, perwujudan rasa persaudaraan dan kebersamaan, kejujuran, disiplin, dan lain sebagainya telah ditanamkan.

Karena itu, menjadi Paskibraka adalah merupakan kebanggan bagi daeranya dan orangtuanya. Tentunya dengan adanya Purna Paskibraka Indonesia (PPI) diharapkan pelkasanaan Paskibaraka semakin baik dan memberikan makna bagi pembangunan generasi muda. (Husni Lubis)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.