Medan Juara Umum Bulutangkis Popdasu

bulMedan, Sentralberita) Kontingen Kota Medan tampil sebagai juara umum cabang olahraga bulutangkis Pekan Olahraga Pelajar Daerah Sumatera Utara (POPDASU) XII/2016, yang berakhir Kamis, (19/5) sore. Medan berhasil merebut 2 medali emas dan 2 perak.

Medali emas diraih melalui nomor tunggal putra, Fajar Ramadhan usai kalahkan pebulutangkis Tebingtinggi, M Dewa melalui pertarungan tiga set, 21-16, 21-23, dan 21-15. Kemudian emas lainnya disumbangkan pasangan ganda putri Nadia/Sekar Ayu yang mampu mengalahkan pasangan Binjai, Deswita/Risvi, 21-7 dan 21-11. Namun, kota Medan harus rela melepas dua emas lainnya, setelah pasangan ganda putra Dicky/Kevin harus mengakui keunggulan pasangan asal Binjai Ari H/ M Noorfahrozi dengan 19-21,21-15,8-21. Serta di sektor tunggal putri, Adelia harus puas meraih perak usai dikalahkan pebulutangkis Deliserdang Tri Intan dengan 22-24, 21-11, dan 14-21.

Usai laga, manager tim bulutangkis kota Medan, H Aswin Nasution mengaku puas dengan hasil tersebut. Karena pencapaian itu melebihi target yang diemban oleh Dispora Medan yakni 1 medali emas. Apalagi, raihan ini menunjukkan dominasi Medan di cabor bulutangkis masih bisa dipertahankan.

“Raihan dua emas sungguh pencapaian yang baik. Mengingat sesuai target dari Dispora Medan paling tidak kita bisa raih 1 medali emas. Apalagi seluruh atlet Medan lolos ke final dari 4 nomor yang dipertandingkan,” ucapnya.

Ke depan, Aswin berharap, selama persiapan Popwil 2016 mendatang, agar pemenuhan fasilitas terutama peralatan atlet saat menjalani TC dengan tim Sumut untuk lebih diperhatikan. Mengingat selama ini peralatan seperti shuttlecock bukan pihaknya yang menyediakan. “ Mudah – mudahan atlet yang tergabung dalam TC nanti benar – benar latihan serius agar mampu bersaing dengan provinsi lain,” harapnya.

Sementara posisi kedua adalah Binjai dengan 1 emas, 1 perak. Lalu Deliserdang 1 emas 1 perunggu. Disusul Tebingtinggi 1 perak 2 perunggu. Kemudian Sergai dan Labusel dengan 2 perunggu. Serta Asahan 1 perunggu(SB/01)

Comments